Minggu, 12 April 2026

Konflik Ukraina vs Rusia

Tentara Ukraina Banyak Kecanduan Bermain Judi Online Akibat Stres Perang

Akibat dari perang itu, banyak tentara Ukraina disebut tengah kecanduan judi online. Hal ini dipicu oleh stres selama perang antara Ukraina dan Rusia

Editor: Muliadi Gani
AFP
Tentara Ukraina saat berkunjung menemui Presiden dan Menteri Pertahanan Jerman di barak latihan Klietz, Jerman timur, 23 Februari 2024. Para tentara Ukraina berlatih menggunakan tank Leopard 1 A5 untuk perang melawan Rusia.(AFP/RONNY HARTMANN) 

PROHABA.CO, KYIV -  Sejumlah tentara Ukraina mengalami tekanan akibat beratnya medan tempur melawan pasukan Rusia, yang menyerang negeri mereka sejak Februari 2022.

Akibat dari perang itu, banyak tentara Ukraina disebut tengah kecanduan judi online.

Hal ini dipicu oleh stres selama perang antara Ukraina dan Rusia yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Bulan lalu, Pavlo Petrychenko yang merupakan sersan junior di tentara Ukraina mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Volodymyr Zelensky tentang kecanduan judi yang melanda militer.

Meningkatnya perjudian online di kalangan tentara Ukraina yang bertugas menyebabkan banyak personel kehilangan seluruh gaji mereka, katanya,sehingga membuat para prajurit dan keluarga mereka terlilit utang.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Mengumumkan Pertukaran Tahanan Terbesar Sejak Perang Dimulai

Beberapa di antaranya sampai menjual drone militer dan kamera pencitraan termal untuk memenuhi kecanduan judinya, mengorbankan keselamatan mereka sendiri demi memuaskan hasrat berjudi.

Lelah karena perang lebih dari dua tahun, para pelaku judi mengatakan bahwa perjudian online menyebar luas di angkatan bersenjata Ukraina.

Judi, menurut mereka, adalah hiburan karena terus- menerus diserang, jauh dari rumah, keluarga, dan orang-orang yang mereka cintai.

“Bagi banyak orang, judi menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi stres,” kata Petrychenko dalam petisi kepada Zelensky yang meminta larangan perjudian tentara, dikutip dari kantor berita AFP pada Rabu (24/4/2024).

Petisinya mendapat 26.000 pendukung dalam beberapa hari, cukup untuk memerlukan tanggapan formal dari presiden.

Pada 20 April 2024, Zelensky menurutinya dengan menandatangani dekret yang melarang personel militer melakukan judi online selama masa perang.

Baca juga: Rusia Bekali Teheran Arhanud Canggih dan Jet Sukhoi-35, Menyikapi Israel Mau Serang Balik Iran

Baca juga: Rusia Mulai Rekrut Perempuan untuk Perang di Ukraina, Ditempatkan Unit Tempur Sukarelawan

Pemerintah Ukraina juga membatasi iklan, meluncurkan kampanye nasional mengenai dampak buruk kecanduan judi, dan mengeblok semua situs judi ilegal.

Kementerian Kesehatan Ukraina kemudian membuat strategi pengobatan untuk memerangi kecanduan judi yang parah.

Petrychenko kini telah gugur di medan perang wilayah Donetsk, Ukraina timur, tetapi petisinya masih memicu perdebatan nasional mengenai salah satu dampak psikologis perang terhadap pasukan Ukraina.

Anggota parlemen Oleksiy Goncharenko menyatakan, sembilan dari sepuluh tentara garis depan Ukraina adalah pecandu judi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved