Senin, 20 April 2026

Tahukah Anda

Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Penyakit Parkinson, Berikut Penjelasan Ahli

Manfaat kopi untuk kesehatan sebenarnya bisa diperoleh secara optimal apabila Anda mengonsumsinya sesuai takaran. Sebuah penelitian baru menemukan ...

Editor: Muliadi Gani
pexels
Ilustrasi - kopi dan sejumlah makanan dan minuman ini perlu dihindari sebelum tidur 

Sebanyak 25 persen peminum kopi terbanyak memiliki risiko 40 persen lebih kecil untuk terkena Parkinson, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.

PROHABA.CO -  Kopi terkenal akan khasiatnya dalam melawan rasa kantuk sekaligus penambah energi.

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari.

Tidak mengherankan memang, mengingat minuman berkafein ini memiliki perpaduan rasa pahit dan manis yang khas.

Namun, apakah manfaat kopi terbatas pada dua hal tersebut? Tidak.

Manfaat kopi untuk kesehatan sebenarnya bisa diperoleh secara optimal apabila Anda mengonsumsinya sesuai takaran.

Sebuah penelitian baru menemukan hubungan antara minum kopi dengan kecilnya kemungkinan terkena penyakit Parkinson.

Melihat data yang dikumpulkan dari 184.024 orang selama 13 tahun, tim peneliti internasional di balik studi ini menemukan bahwa orang yang minum kopi memiliki risiko lebih rendah terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Baca juga: Peneliti Temukan Manfaat Ampas Kopi yang Tak Terduga, Begini Kata Pakar

Analisis lebih lanjut terhadap sampel ratusan penderita Parkinson mengukur kadar metabolit primer kafein, paraxanthine, dan teofilin, dalam darah, dan ditemukan bahwa konsumsi kopi memiliki hubungan terbalik dengan risiko terkena Parkinson.

Sebenarnya, ini bukan menemukan hubungan antara kopi dengan Parkinson.

Namun, penelitian ini lebih jauh dari studi sebelumnya dalam melihat biomarker asupan kafein bertahun-tahun sebelum penyakit Parkinson didiagnosis.

Sebanyak 25 persen peminum kopi terbanyak memiliki risiko 40 persen lebih kecil untuk terkena Parkinson, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.

Di seluruh konsumen kopi dalam penelitian ini, pengurangan risiko yang diukur bervariasi antara sekitar 5 hingga 63 persen, bergantung negaranya.

Baca juga: Bubuk Kopi Ternyata Menyimpan Rahasia untuk Kecantikan Alami

Baca juga: Mengapa Kopi jadi Penyebab Badan Menjadi Lelah Setelah Dikosumsi, Berikut Penjelasannya

Meskipun hubungan tersebut masih berlaku ketika faktor-faktor seperti merokok dan minum minuman keras diperhitungkan, hal ini masih belum cukup untuk membuktikan sebab dan akibat langsung.

Namun, tampaknya ada sesuatu tentang kafein dan bahan-bahannya yang melindungi otak manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved