Selasa, 19 Mei 2026

Video

MIRIS, Bocah SD Dayung Sampan Demi Bisa Bersekolah

Namun, keduanya terlihat tidak memakai pelampung dan tak terlihat sama sekali alat keamanan tersedia di sampan yang mereka dayung.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty

PROHABA.CO -- Beredar di media sosial video yang memperlihatkan dua siswa Sekolah Dasar mendayung sampan menyebrangi sungai.

Dua bocah laki-laki itu terlihat bekerja sama mendayung sampan demi bisa sampai ke sekolahnya.

Satu bocah tampak mendayung di depan, dan bocah satunya lagi mendayung di bagian belakang.

Keduanya tampak mengenakan baju seragam SD lengkap dengan topi di kepala dan tas ransel yang mereka gendong.

Namun, keduanya terlihat tidak memakai pelampung dan tak terlihat sama sekali alat keamanan tersedia di sampan yang mereka dayung.

Mengutip TribunJabar.id, Selasa (6/8/2024), momen dua bocah SD mendayung perahu di sungai itu viral, usai diunggah di platform media sosial TikTok.

Pengunggah mengatakan, kedua bocah SD itu tinggal di pinggiran Bone, Sulaswesi Selatan, sedangkan sekolahnya berada di Sinjai.

Selain itu, pengunggah juga mengatakan jalur yang dilewati bocah SD itu pun terbilang rawan.

Setelah ditelusuri, nama dua bocah SD itu adalah Muhammad Ammar Ramadhan dan Muhammad Rifki, keduanya berdomisili di Borong Kalukue.

Ammar dan Rifki setiap harinya harus menyebrangi Sungai Tangka demi menuntut ilmu.

Jarak yang cukup jauh dan terbatasnya akses jalan darat membuat dua bocah SD ini memilih bersekolah di Sinjai, Kabupaten tetangga.

Orang tua Ammar, Faidah, mengungkap alasan menyekolahkan anaknya di Sinjai lantaran aksesnya lebih dekat, meski harus menaiki sampan.

Sedangkan apabila disekolahkan di wilayah Massangkae Bone, jarak dari kediamannya pun cukup jauh.

Lanjut Faidah, apabila anaknya sekolah di Desa Massangkae maka setiap hari mereka harus berjalan kaki sekitar 5 km.

Faidah juga menjelaskan, anak-anak pesisir Bone sudah terbiasa menaiki sampan demi bisa bersekolah meski cuaca sedang buruk.

Meski demikian, Faidah berharap pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan pendidikan, terutama di daerah pesisir dan terpencil.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved