Minggu, 3 Mei 2026

Pengungsi Rohingya

UNHCR Berterima Kasih ke Warga Aceh Selatan karena Terima 152 Pengungsi Rohingya

Badan yang menangani pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR berterima kasih kepada pemerintah dan warga Aceh Selatan karena bersedia ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Dokumen Panglima Laot
Kapal nelayan yang mengangkut pengungsi rohingya terombang-ambing di perairan Aceh Selatan, Jumat (18/10/2024).(Dokumen Panglima Laot) 

PROHABA.CO, TAPAKTUAN -  Sebanyak 152 pengungsi Rohingya termasuk perempuan dan anak-anak telah diselamatkan di lepas pantai Indonesia setelah perahu mereka terombang-ambing di laut selama berhari- hari.

Badan yang menangani pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR berterima kasih kepada pemerintah dan warga Aceh Selatan karena bersedia menerima atau menyelamatkan 152 pengungsi Rohingya.

UNHCR menyebut, lebih dari 150 pengungsi Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, telah diselamatkan oleh warga Aceh Selatan setelah perahu mereka terombang-ambing di laut.

Etnis Rohingya yang sebagian besar beragama Islam telah mengalami penganiayaan berat di Myanmar.

Ribuan dari mereka telah mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan laut yang panjang dan berbahaya untuk mencapai Malaysia atau Indonesia.

Perahu yang membawa 152 pengungsi Rohingyadisebut telah berlabuh sekitar 1,6 km di lepas pantai Kabupaten Aceh Selatan sejak pekan lalu.

Baca juga: Tim SAR Evakuasi Enam Migran Rohingya yang Sakit 

Namun, mereka akhirnya diperbolehkan mendarat pada Kamis (24/10/2024) sore.

“UNHCR mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang dan masyarakat setempat atas semangat kemanusiaan dan upaya-upaya penyelamatan nyawa serta izin pendaratan yang diberikan kepada sekitar 152 pengungsi,” kata Protection Associate UNHCR Indonesia, Faisal Rahman, dikutip dari AFP.

Menurut dia, banyak dari mereka yang berada di kapal adalah perempuan dan anakanak yang rentan, korban perdagangan manusia.

Ia memastikan, UNHCR dan lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya sekarang siap membantu para pengungsi.

Kedatangan warga Rohingya di Indonesia cenderung mengikuti pola siklus, melambat selama bulan- bulan penuh badai, dan meningkat kembali ketika kondisi laut tenang seperti yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Baca juga: Sat Intelkam Polres Sabang Tangkap Empat Pengungsi Rohingya yang Kabur

Baca juga: Polres Aceh Barat Limpahkan Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Ke Jaksa

Satu kelompok lain yang lebih dari 140 pengungsi Rohingya mendarat di Provinsi Sumatra Utara pada Kamis.

Indonesia bukan penandatangan konvensi pengungsi PBB dan mengatakan bahwa Indonesia tidak dapat dipaksa untuk menerima pengungsi dari Myanmar, dan meminta negara-negara tetangga untuk berbagi beban dan memukimkan kembali orang-orang Rohingya yang tiba di pantai-pantainya.

Banyak warga Aceh, yang memiliki kenangan akan konflik berdarah selama puluhan tahun, bersimpati terhadap penderitaan sesama muslim.

Namun, sebagian lainnya mengatakan bahwa kesabaran mereka telah diuji, dengan mengeklaim warga Rohingya mengonsumsi sumber daya yang langka dan terkadang berkonflik dengan penduduk setempat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved