Kamis, 23 April 2026

Berita Kriminal

Rumah Bersalin di Yogyakarta Jadi Tempat Jual Beli Bayi, Modus Adopsi

Dua orang wanita berinisial DM (77) dan JE (44), di Yogyakarta ditangkap polisi atas kasus penjualan bayi secara ilegal pada Kamis (12/12/2024). 

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Dua orang pelaku perdagangan bayi, inisial DM usia 77 tahun warga Kota Yogyakarta dan JE usia 44 tahun yang tinggal di Sleman saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (12/12/2024). 

PROHABA.CO, YOGYAKARTA -  Dua orang wanita berinisial DM (77) dan JE (44), di Yogyakarta ditangkap polisi atas kasus penjualan bayi secara ilegal pada Kamis (12/12/2024). 

DM adalah bidan sekaligus pemilik rumah bersalin.

Sementara itu, JE, warga Sleman, adalah bidan yang bekerja di rumah bersalin milik DM.

Berdasarkan buku milik pelaku yang berhasil diamankan, keduanya telah melakukan aksi ini sejak tahun 2010.

Selama 14 tahun, sebanyak 66 bayi telah dijual oleh keduanya.

"Modusnya adalah mencari para adopter atau orang yang akan mengadopsi, yaitu pasangan yang berminat untuk mengadopsi.

"Para tersangka ini menerima atau mengambil anak dari wanita atau ibu yang menyerahkannya.

Kemudian, anak tersebut dirawat, dan selanjutnya diumumkan melalui media bahwa mereka mencari orang tua yang ingin mengadopsi bayi tersebut," tambah Endriadi.

Seorang bidan dan pemilik tempat bersalin di daerah Tegalrejo, Kota Yogyakarta, jadi tersangka perdagangan bayi. 

Baca juga: Tega, Seorang Ibu Muda Jual Bayi Seharga Rp 4 Juta, Uangnya untuk Pulang Kampung 

Modusnya adopsi ilegal. Kedua tersangka yakni inisial DM, warga Kota Yogyakarta yang merupakan pemilik rumah bersalin; dan JE, yang tinggal di Sleman. 

Melansir pantauan Kompas.com klinik milik DM di Gang Teratai, Demakan Baru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, tampak sepi dan tidak ada aktivitas. 

Hanya terdapat motor berwarna putih terparkir di halaman dan tertutup rapat pagarnya.

Tampak pula kursi panjang besi layaknya kursi di ruang tunggu, selain itu juga terdapat televisi dan alat ukur tinggi badan untuk anak-anak.

Rumah berlantai dua itu juga sudah tidak ada pelang nama klinik bersalin.

Klinik atau rumah bersalin ini sudah terkenal di kalangan penduduk sekitarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved