Selasa, 5 Mei 2026

Tahukah Anda

Mengapa Begitu Banyak Burung Merpati di Kota-Kota Besar Dunia?

Bila bepergian ke beberapa negara, terutama di Eropa, Anda akan melihat banyak sekali burung merpati di kota-kota besar yang hidup bebas. 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Aprillio Akbar
BURUNG MERPATI - Kawanan burung merpati (columbidae) mencari makan di taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (8/3). Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan program penataan Kota Tua akan dibagi dalam tiga tahap, yakni tahap awal, menengah dan jangka akhir, untuk menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata yang terintegrasi dengan sistem pariwisata di DKI secara keseluruhan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama/18.(Aprillio Akbar) 

PROHABA.CO -  Burung Merpati menempati hampir setiap kota besar di planet ini. 

Setidaknya 400 juta merpati kota hidup di antara manusia, dan jumlahnya terus bertambah dan begitu banyak di kota-kota besar?

Kebiasaan Merpati begitu melekat dalam kehidupan kota, hingga sulit membayangkan kota tanpa mereka.

Namun, pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana burung ini bisa begitu banyak di kota-kota di seluruh dunia?

Bila bepergian ke beberapa negara, terutama di Eropa, Anda akan melihat banyak sekali burung merpati di kota-kota besar yang hidup bebas. 

Mereka mematuk sisa makanan di trotoar, bergerombol di atas gedung, dan terbang berkelompok di alun-alun kota.

Keberadaan merpati begitu melekat dalam kehidupan urban, hingga sulit membayangkan kota tanpa mereka.

Namun, pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana burung ini bisa begitu banyak di kota-kota di seluruh dunia?

Saat ini, diperkirakan ada lebih dari 400 juta merpati di seluruh dunia, sebagian besar hidup di perkotaan.

Namun, merpati yang kita lihat sekarang sebenarnya adalah keturunan dari burung liar yang disebut “rockdove” (Columba livia), yang secara alami lebih suka tinggal di tebing berbatu daripada di kota.

Menjadi penduduk kota Sejarah panjang hubungan manusia dengan merpati dimulai sekitar 10.000 tahun lalu di Mesopotamia dan Mesir kuno.

Manusia mulai menarik perhatian burung ini dengan makanan, membiarkan mereka bersarang dan berkembang biak di lingkungan manusia.

Baca juga: Diduga Sebagai Mata-Mata Cina, Polisi India Tahan Burung Merpati Selama 8 Bulan

“Dulu, manusia membawa merpati ke kota untuk diternakkan sebagai sumber makanan,” kata Steve Portugal, seorang ahli ekofi siologi yang mempelajari perilaku burung.

Daging merpati muda, yang disebut “squab,” menjadi sumber protein dan lemak yang berharga.

Seiring waktu, manusia mulai menjinakkan dan membiakkan mereka, menghasilkan berbagai jenis merpati yang kita kenal saat ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved