Ramadhan
Bingung, Kenapa Timun Suri Hanya Muncul Saat Ramadhan? Ini Jawabannya!
Timun suri merupakan buah yang menjadi primadona saat Ramadhan tiba, namun, di luar bulan Ramadhan, buah ini jarang sekali terlihat di pasaran.
Penulis: Riva Ramadhani | Editor: Jamaluddin
Fenomena ini membuat masyarakat yang sangat menyukai buah timun suri bertanya-tanya, alasan di balik timun suri hanya muncul saat bulan puasa saja.
PROHBA.CO - Timun suri merupakan buah yang menjadi primadona saat bulan suci Ramadhan tiba.
Namun, di luar bulan Ramadhan, buah ini jarang sekali terlihat di pasaran.
Fenomena ini membuat masyarakat yang sangat menyukai buah timun suri bertanya-tanya, alasan di balik timun suri hanya muncul saat bulan puasa saja.
Apa sebenarnya alasan di balik fenomena ini?, berikut jawabanya:
Bukan Buah Musiman, Tapi Sengaja Ditanam Jelang Ramadhan
Banyak yang mengira timun suri adalah buah musiman yang hanya tumbuh saat Ramadhan.
Padahal, tanaman ini sebenarnya bisa ditanam kapan saja.
Namun, petani memilih menanamnya sekitar dua hingga tiga bulan sebelum Ramadhan agar panennya bertepatan dengan meningkatnya permintaan pasar saat puasa.
Baca juga: Serba-Serbi Ramadhan: Dimulai dari Kuliner, Kebiasaan Unik, hingga Makna Kebersamaan
Permintaan Melonjak Tajam Saat Ramadhan
Timun suri memiliki kadar air yang tinggi dan tekstur lembut, sehingga sangat cocok sebagai minuman segar untuk berbuka puasa.
Itulah sebabnya, permintaan melonjak drastis selama Ramadhan, sementara di bulan lain tidak banyak orang yang mencarinya.
Cepat Busuk, Sulit Disimpan
Timun suri memiliki daya tahan yang lebih singkat dibanding buah lain seperti melon atau semangka.
Setelah dipanen, buah ini mudah rusak jika tidak segera dikonsumsi.
Karena itu, para petani dan pedagang lebih memilih menanam dan menjualnya saat permintaan tinggi, agar tidak mengalami kerugian akibat buah yang busuk.
Baca juga: Yuk Intip Ada 5 Resep Menu Olahan Durian untuk Takjil Berbuka Puasa
Baca juga: Resep Takjil Puding Moka Cokelat, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Nah, ternyata munculnya timun suri hanya saat Ramadhan bukanlah keajaiban alam atau misteri, melainkan hasil strategi petani dan pedagang yang menyesuaikan waktu panen dengan lonjakan permintaan.
Jadi, kalau Anda melihat timun suri di pasar menjelang Ramadhan, itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari siklus perdagangan yang sudah berlangsung lama. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)
Update berita lainnya di PROHABA.CO dan Google News
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-30 Ramadhan: Dijanjikan Kenikmatan Surga |
|
|---|
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-29 Ramadhan: Pahala Setara Seribu Kali Ibadah Haji |
|
|---|
| Waktu, Bentuk, dan Tata Cara Zakat Fitrah |
|
|---|
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Angkat 1.000 Derajat di Surga |
|
|---|
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-27 Ramadhan: Kemudahan Melintasi Shirathal Mustaqim Secepat Kilat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Timun-Suri.jpg)