Senin, 20 April 2026

Ramadhan 2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Angkat 1.000 Derajat di Surga

shalat tarawih pada malam ke-28 Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga.

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
SHALAT TARAWIH - Warga melaksanakan Shalat tarawih di Dayah Darul Muarrif yang terletak di Desa Lambro Bileu, Kuta Baroe, Aceh Besar. Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Angkat 1.000 Derajat di Surga (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah, termasuk shalat tarawih, karena fase ini disebut sebagai pembebasan dari api neraka dan pencarian Lailatul Qadar.
  • Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-28 Ramadhan akan diangkat 1.000 derajat di surga.
  • Rasulullah SAW menggambarkan perbedaan derajat di surga sangat besar, sehingga tarawih malam ke-28 menjadi kesempatan penting untuk menambah amal dan meraih kedudukan tinggi di akhirat.

 

PROHABA.CO -  Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah, khususnya pada sepuluh malam terakhir.

Salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar adalah shalat tarawih, termasuk pada malam ke-28 Ramadhan yang disebut memiliki keistimewaan tersendiri.

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan

Setiap malamnya, ibadah ini diyakini memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan, terutama bagi umat muslim yang senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat tarawih berjamaah.

Pada Ramadhan 1447 H yang tengah berlangsung, shalat tarawih menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan untuk memperkuat keimanan sekaligus mengharap ampunan dari Allah SWT.

Ibadah shalat tarawih ini dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.

Keutamaan yang dijanjikan dalam shalat tarawih sangatlah luar biasa dan mencakup berbagai aspek kehidupan. 

Karena itu, di malam ke-28 Ramadhan atau di fase sepuluh hari terakhir Ramadhan, sejatinya harus dimaksimalkan dengan menghidupkan amalan-amalan yang terbebas dari api neraka jahannam.

Shalat tarawih pada bulan Ramadhan umumnya dibagi ke dalam tiga fase utama, sejalan dengan pembagian bulan Ramadhan itu sendiri: 

Sepuluh malam pertama (Fase Rahmat), shalat tarawih pada fase awal yang penuh dengan ampunan dan turunnya rahmat Allah SWT kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-8 Ramadhan, Allah Berikan Pahala Seperti Anugerah Nabi Ibrahim

Sepuluh malam kedua (Fase Maghfirah/Ampunan), memasuki pertengahan Ramadhan, fokus shalat tarawih adalah memohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.

Sepuluh malam terakhir (Fase Pembebasan dari Api Neraka), Fase ini dianggap yang paling istimewa karena merupakan saat-saat pencarian malam Lailatul Qadar (Itqun Minan Nar).  

Sepuluh malam terakhir adalah puncak dari perjuangan ibadah di bulan suci.

Keutamaan shalat tarawih di sepuluh malam terakhir Ramadhan sering menjadi pembahasan dalam berbagai kajian keislaman menjelang akhir bulan Ramadhan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved