Jumat, 12 Juni 2026

Ramadhan 2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Angkat 1.000 Derajat di Surga

shalat tarawih pada malam ke-28 Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
SHALAT TARAWIH - Warga melaksanakan Shalat tarawih di Dayah Darul Muarrif yang terletak di Desa Lambro Bileu, Kuta Baroe, Aceh Besar. Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Angkat 1.000 Derajat di Surga (Serambinews.com/HO) 

Pada waktu tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan menghidupkan malam dengan shalat, zikir, serta berdoa.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan juga dikenal sebagai waktu untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah bersabda, 'Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan'.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan shalat tarawih. 

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-4 Ramadhan, Pahala Setara Membaca Empat Kitab Suci

Keutamaan Shalat Tarawih malam ke-28 Ramadhan

Dalam kitab Durratun Nashihin, dijelaskan bahwa pada malam ke-28 Ramadhan, Allah memberikan ganjaran luar biasa bagi umat Islam yang menjalankan shalat tarawih dengan penuh keikhlasan, yakni Allah SWT akan pahala yang luar biasa besar, yaitu Allah SWT akan mengangkat 1.000 derajat bagi seseorang yang melaksanakannya.

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ.

Artinya: Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.

Siapa saja yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-28 Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga.

Rasulullah SAW telah memberikan gambaran kepada kita semua tentang perbedaan derajat di surga dalam beberapa hadist.

Di antaranya, Rasulullah menggambarkan jarak antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti kita melihat bintang nan jauh di ufuk sebagaimana yang Nabi shalallahu'alaihi wasallam sabdakan:

“Sungguh para penghuni surga melihat para pemilik kamar-kamar yang berada di atas mereka, sebagaimana mereka melihat bintang yang bersinar di ufuk timur atau barat, karena perbedaan derajat di antara mereka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Begitu pula di dalam sabda yang lain Nabi menjelaskan bahwa jarak antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti jarak langit dan bumi.

“Sungguh di dalam surga ada seratus derajat yang disiapkan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah, jarak antara satu derajat dengan derajat yang lain adalah seperti jarak antara langit dan bumi.” (HR. Bukhari).

Adapun tempat yang paling tinggi di surga adalah Firdaus. Nabi bersabda:

‏”Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah bagian paling tengah dan paling tinggi di surga, dan di atasnya ada ‘Arsy Allah, dan dari Firdaus lah terpancar sungai-sungai surga.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Imam Al-Albani).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved