Rabu, 29 April 2026

Tahukah Anda

Lingkar Pinggang Besar, Ancaman bagi Kesehatan, Berikut Penjelasannya

Tahukah anda, lingkar pinggang sering kali dianggap hanya sebagai persoalan penampilan.  Padahal, ukuran lingkar pinggang dapat memberikan gambaran

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK/OLLYY
ILUSTRASI PERUT BUNCIT - Perut buncit berpotensi besar memengaruhi kesehatan. Juga mengindikasikan sejumlah penyakit. 

PROHABA.CO - Perut adalah bagian tubuh yang paling mudah melebar. Tanpa kamu sadari, ukuran lingkar pinggangmu bertambah akibat penumpukan lemak.

Padahal, penumpukan lemak ini berisiko tinggi menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya. 

Tahukah anda, lingkar pinggang sering kali dianggap hanya sebagai persoalan penampilan. 

Padahal, ukuran lingkar pinggang dapat memberikan gambaran penting tentang kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Memiliki perut buncit bukan hanya masalah penampilan atau kesulitan mengenakan celana favorit. 

Lebih dari itu, perut yang besar bisa menjadi pertanda adanya risiko kesehatan serius, bahkan pada orang-orang dengan indeks massa tubuh (BMI) yang tergolong normal.

Sebuah studi kolaboratif internasional yang dipimpin oleh peneliti dari Mayo Clinic mengungkapkan bahwa pria dan wanita dengan lingkar pinggang besar memiliki risiko kematian lebih tinggi, terutama akibat penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan kanker.

Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Mayo Clinic Proceedings edisi Maret2014.

Lingkar pinggang Penelitian ini menggabungkan data dari sebelas studi kohort yang melibatkan lebih dari 600.000 orang di seluruh dunia.

Baca juga: Keseringan Marah-Marah Ternyata Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah? Ini Ulasannya

Hasilnya sangat mencengangkan: Pria dengan lingkar pinggang ≥109 cm (43 inci) memiliki risiko kematian 50 persen lebih tinggi dibanding pria dengan lingkar pinggang <89>

Ini setara dengan berkurangnya harapan hidup sekitar tiga tahun setelah usia 40 tahun.

Wanita dengan lingkar pinggang ≥94 cm (37 inci) memiliki risiko kematian 80 % lebih tinggi dibanding wanita dengan lingkar pinggang <69>

“Risikonya meningkat secara linier,” jelas Dr James Cerhan, ahli epidemiologi dari Mayo Clinic.

“Setiap penambahan dua inci (sekitar 5 cm) lingkar pinggang dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 7 % pada pria dan 9 % pada wanita.”

Lemak tersembunyi Lemak yang terletak dalam rongga perut atau disebut lemak visceral, merupakan jenis lemak yang sangat berbahaya.

Lemak ini melingkupi organ-organ vital dan berbeda dari lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit.

Ketika lemak visceral terurai, ia melepaskan asam lemak ke dalam aliran darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, Alzheimer, kolesterol tinggi, hingga resistensi insulin yang memicu diabetes tipe 2.

Bahkan, protein yang dihasilkan oleh lemak ini dapat menyebabkan peradangan jaringan dan penyempitan pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Bisa Melindungi Jantung, Berikut Penjelasannya

BMI telah lama digunakan sebagai indikator obesitas, tetapi menurut Dr Cerhan, “BMI bukanlah ukuran yang sempurna.”

Ia menambahkan bahwa BMI tidak dapat membedakan antara massa lemak dan otot, serta tidak menunjukkan distribusi lemak dalam tubuh. 

Ini menjadi masalah karena lemak di perut memiliki dampak metabolik yang lebih berbahaya.

Artinya, seseorang bisa saja memiliki BMI normal, tetapi menyimpan lemak berlebih di perut dan tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis.

Kondisi ini dikenal sebagai TOFI: Thin Outside, Fat Inside. Batasan yang sehat Meskipun tiap individu berbeda, ada panduan umum tentang ukuran pinggang yang sehat.

Untuk wanita: maksimal 88 cm (35 inci) Untuk pria: maksimal 102 cm (40 inci).

Untuk orang Asia: wanita 80 cm dan pria 90 cm.  Pengukuran harus dilakukan dengan benar.

Diawali dengan berdiri tegak, mengukur bagian pinggang sejajar pusar setelah mengembuskan napas (bukan saat mengisap perut ke dalam). Selain lingkar pinggang, rasio pinggang-pinggul juga bisa menjadi indikator kesehatan.

Rasio >0,85 pada wanita dan >0,95 pada pria bisa menunjukkan peningkatan risiko penyakit.

Ukuran pinggang juga merupakan salah satu dari lima indikator sindrom metabolik, bersama dengan tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol HDL rendah.

Memiliki tiga atau lebih dari kondisi ini sangat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes.

Berita baiknya, perubahan kecil pada gaya hidup bisa memberi dampak besar: olahraga. Aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, yoga, atau angkat beban dapat mengurangi lemak visceral, bahkan tanpa penurunan berat badan drastis.

Berikutnya, pola makan sehat: Mengonsumsi sayur hijau, ikan berlemak, produk susu rendah lemak, dan biji-bijian utuh, serta menghindari lemak trans dan gula tambahan dapat membantu mengecilkan lingkar pinggang. Asupan kalsium juga salah satu solusi.

Pada wanita, kalsium tampak membantu mengurangi lemak visceral.

Sumber terbaiknya adalah ikan sarden, bayam, dan yogurt rendah lemak. Lingkar pinggang bukan hanya urusan estetika, tapi penanda penting kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dr Cerhan menyimpulkan, “Tujuan utama seharusnya adalah mencegah tingginya BMI dan lingkar pinggang.”

Bahkan penurunan beberapa sentimeter saja bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.

Jika Anda merasa memiliki berat badan normal, tetapi perut buncit, mungkin saatnya untuk mengukur ulang risiko kesehatanmu, karena angka di timbangan bukan satu-satunya indikator yang bisa diandalkan.

Baca juga: Minum Teh setelah Makan Tidak Baik untuk Kesehatan, Benarkah? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Tahukah Anda Risiko Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mental Remaja? Ini Ulasannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lingkar Pinggang Besar, Ancaman Serius bagi Kesehatan", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved