Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

Keseringan Marah-Marah Ternyata Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah? Ini Ulasannya

Marah-marah terlalu sering tidak hanya merugikan orang di sekitar, tetapi juga perlahan-lahan bisa 'menggerogoti' kesehatan fisik dan mental pelakunya

Penulis: Syauqi Alfath | Editor: Jamaluddin
FREEPIK
ILUSTRASI MARAH - Ilustrasi marah-marah. Seseorang yang terlalu sering marah-marah ternyata memiliki risiko bagi kesehatannya sendiri. Berikut dampak yang akan muncul jika terlalu sering marah-marah. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ledakan emosi yang terjadi secara berulang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

PROHABA.CO - Marah merupakan respons emosional alami yang pernah dialami oleh semua orang.

Bahkan, dalam batas tertentu, marah juga bisa menjadi mekanisme pertahanan diri.

Namun, jika dilakukan terlalu sering dan tidak terkendali, amarah bisa berubah menjadi kebiasaan yang merugikan, tidak hanya merugikan bagi hubungan sosial, tapi juga bisa berdampak pada fisik dan mental.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ledakan emosi yang terjadi secara berulang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele, marah-marah terlalu sering tidak hanya merugikan orang di sekitar, tetapi juga perlahan-lahan bisa 'menggerogoti' kesehatan fisik dan mental pelakunya sendiri.

Lalu, apakah benar jika keseringan marah-marah bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Dilansir dari Halodoc.com, berikut adalah dampak yang akan muncul jika terlalu sering marah-marah:

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sering marah-marah dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung. 

Kemarahan memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi darah, sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau masalah terkait untuk sementara.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah ledakan amarah, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung, atau risiko irama jantung.

Hal ini karena kemarahan menyebabkan keluarnya hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik.

Kemarahan juga membuat darah kamu lebih mungkin menggumpal, yang sangat berbahaya bila arteri kamu menyempit oleh plak yang mengandung kolesterol.

2. Meningkatkan Risiko Stroke

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved