Selasa, 2 Juni 2026

Kesehatan

Keseringan Marah-Marah Ternyata Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah? Ini Ulasannya

Marah-marah terlalu sering tidak hanya merugikan orang di sekitar, tetapi juga perlahan-lahan bisa 'menggerogoti' kesehatan fisik dan mental pelakunya

Tayang:
Penulis: Syauqi Alfath | Editor: Jamaluddin
FREEPIK
ILUSTRASI MARAH - Ilustrasi marah-marah. Seseorang yang terlalu sering marah-marah ternyata memiliki risiko bagi kesehatannya sendiri. Berikut dampak yang akan muncul jika terlalu sering marah-marah. 

Ditemukan adanya kaitan antara depresi dengan agresi dan ledakan amarah, terutama pada pria.

Orang yang mengalami depresi sering menunjukkan kemarahan pasif, yaitu cenderung menyimpan amarah mereka daripada mengambil tindakan.

Bagi kamu yang sedang berjuang melawan depresi bercampur amarah, kamu dianjurkan untuk menyibukkan diri dan berhenti berpikir terlalu banyak.

Berbagai aktivitas seperti bersepeda, bermain golf, atau menyulam dapat menjadi obat yang baik untuk mengatasi kemarahan.

6. Merusak Paru-Paru

Meskipun kamu bukan seorang perokok, kamu tetap bisa merusak paru-paru bila kamu sering marah-marah.

Berdasarkan hasil penelitian sekelompok ilmuwan Universitas Harvard terhadap 670 pria selama 8 tahun, pria yang keseringan marah memiliki kapasitas paru-paru yang memburuk secara signifikan yang meningkatkan risiko mereka mengalami masalah pernapasan.

Para peneliti juga berpendapat bahwa peningkatan hormon stres saat marah dapat menciptakan peradangan di saluran udara. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved