Senin, 4 Mei 2026

Tahukah Anda

Simpanse Tahu Jenis Tanaman Berkhasiat Mana yang Bisa Digunakan untuk Obat

Simpanse memakan berbagai tanaman, termasuk beberapa yang kurang gizi tetapi dapat mengobati atau mengurangi gejala penyakit. 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK/Crystal Alba
PENGOBATAN ALA SIMPANSE - Ilustrasi simpanse. Simpanse, perimata yang tahu tanaman mana yang bisa digunakan untuk obat jika ia atau kerabatnya terluka. 

NT lalu meniru teknik itu sendiri. Freymann melihat ini sebagai bukti bahwa simpanse bukan sekadar meniru secara pasif, melainkan aktif belajar.

“Riset kami membantu menerangi akar evolusi dari pengobatan dan sistem perawatan manusia,” jelasnya.

Simpanse terancam Sayangnya, kehidupan para simpanse di Budongo terus terancam, terutama oleh jerat-jerat yang dipasang manusia.

Walau beberapa simpanse bisa melepaskan diri atau dibantu oleh kawannya, bahaya itu tetap nyata.

Hampir separuh populasi Sonso memiliki bekas luka dari jerat. 

Menariknya, perilaku perawatan luka ini mungkin bukan unik di Budongo.

Ada indikasi bahwa simpanse di tempat lain seperti Gabon juga menunjukkan perilaku serupa.

Ini membuka kemungkinan bahwa praktik ini tersebar luas, meski belum seluruhnya terdokumentasi.

Freymann menyampaikan bahwa mengamati bagaimana hewan menggunakan tumbuhan untuk penyembuhan bisa membantu manusia menemukan senyawa obat baru.

“Jika kita ingin mengeksplorasi sumber daya obat luar biasa ini, mengamati hewan bisa jadi cara yang sangat efektif, tentu jika dilakukan secara etis dan bertanggung jawab,” katanya.

Lebih dari sekadar laporan ilmiah, studi ini menantang cara kita memandang asal-usul dunia medis.

Saat menyaksikan simpanse mengunyah daun dan menempelkannya ke luka, kita bisa membayangkan manusia purba melakukan hal yang sama "mungkin mereka belajar dari simpanse" atau mungkin mereka menemukannya bersama.

Simpanse Budongo bukan dokter, tetapi mereka adalah penyembuh.

Dalam tindakan mereka, kita mungkin menemukan gema dari tradisi medis kuno kita sendiri. 

“Pengobatan bukanlah ciptaan manusia semata,” pungkas Freymann.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved