Selasa, 5 Mei 2026

Ibadah Haji

Ini Tanda-Tanda Haji Mabrur Menurut Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur'an Aceh Besar

Setelah melaksanakan ibadah haji, setiap jamaah pasti memiliki satu harapan besar yakni menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Tayang:
Editor: Jamaluddin
ISTIMEWA
TGK SULFANWANDI HASAN - Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Abu Dr Tgk H Sulfanwandi Hasan MA, menjelaskan tentang nilai-nilai yang menunjukkan kemabruran seorang jamaah haji. 

Setiap jamaah haji, sebutnya,, mengharapkan predikat haji mabrur dan mabrurah karena tidak ada balasan untuk haji yang mabrur dan mabrurah selain surga.

PROHABA.CO - Pelaksanaan ibadah haji 1446 Hijriah atau 2025 Masehi baru saja selesai beberapa hari lalu.

Jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia--termasuk Indonesia dan Aceh--sudah selesai mengerjakan rukun Islam kelima tersebut.

Prosesi rangkaian ibadah haji tahun ini mulai dari ibadah utama di Padang Arafah, terus berlanjut ke Muzdalifah dan Mina, serta syarat dan rukun haji lainnya sudah tuntas dilaksanakan oleh para jamaah. 

Seiring dengan selesainya musim haji tahun ini, jamaah pun sudah kembali ke negara asalnya secara bergelombang.

Seperti jamaah haji Indonesia, ada yang sudah kembali ke Tanah Air sejak Selasa (11/6/2025) lalu.

Pemulangan tamu Allah itu akan terus berlangsung secara berangsur-angsur hingga pertengahan bulan depan.

Setelah melaksanakan ibadah haji, setiap jamaah pasti memiliki satu harapan besar yakni menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Lantas, apa saja tanda-tanda yang menunjukkan seseorang jamaah haji itu mencapai predikat mabrur dan mabrurah sepulang dari Tanah Suci?

Berikut ini penjelasan Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Abu Dr Tgk H Sulfanwandi Hasan MA, terkait hal tersebut.

Tgk Sulfanwandi yang kini masih berada di Mekkah Al Mukarramah, mengatakan, mabrurnya ibadah haji seseorang bukan hanya diukur dari selesai melaksanakan serangkaian syarat dan rukun ibadah haji saja. 

Namun, sebutnya, kemabruran ibadah haji seseorang juga sangat ditentukan oleh apakah nilai dan hikmah yang terkandung dalam ibadah haji itu sendiri dapat direalisasikan atau tidak dalam kehidupannya serta tercermin secara efektif dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari orang tersebut setelah kembali dari melaksanakan ibadah haji.

Abu lulusan Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, dan Dayah Budi, Lamno, Aceh Jaya ini menyebutkan, haji merupakan ibadah multidimensi, multiaksi, dan multinilai.

Selain itu, sambung Tgk Sulfanwandi, haji juga kaya pelajaran moral, pendidikan nilai, dan inspirasi.

“Banyak nilai yang terdapat dalam ibadah haji, sehingga terbangun sebuah mental dan kepribadian yang suci sebagai makna dan hakikat dari mabrur itu sendiri,” ungkap Abu kelahiran Meukek (Aceh Selatan), 5 Agustus 1969 ini. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved