Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Barat

Pembangunan Mifa Islamic Center Dimulai, Pemerintah dan DPRK Mengapresiasi

Pembangunan Mifa Islamic Center "kawasan terpadu berbasis syariat Islam" resmi dimulai, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsun

Editor: Muliadi Gani
dok Mifa
MIFA ISLAMIC CENTER - Direktur PT Mifa Bersaudara, Adi Risfandi, Anggota DPRK Aceh Barat, Khairani, Direktur Utama PT Mifa, Ricky Nelson, Plt Sekda, Wistha Nowar, Dandim 0105, Letkol Inf Hendra Mirza, perwakilan Bappeda Aceh, T Ahmad Dadek, dan Ketua Komisi I DPRK Aceh Barat, Ramli SE menekan sirine tanda dimulainya pembangunan Mifa Islamic Center di Gampong Gunong Kleng, Meureubo, Aceh Barat, Kamis (19/6/2025). 

Laporan Sadul Bahri | Aceh Barat

PROHABA.CO, MEULABOH – Sebuah tonggak sejarah baru bagi masyarakat Aceh Barat resmi dimulai.

Pembangunan Mifa Islamic Center "kawasan terpadu berbasis syariat Islam" resmi dimulai, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat pada Kamis (19/6/2025) pagi di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat

Acara tersebut mendapat sambutan hangat dari hadirin, antara lain, jajaran Direksi PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari, Pemkab Aceh Barat yang diwakili Plt Sekda Wistha Nowar, Anggota DPRK Aceh Barat Khairani, Ramli SE, dan Said Muzhar, dan unsur Forkopimda.

Hadir juga tokoh agama dan masyarakat, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kementerian Agama (Kemenag), Dandim, Polres, kampus, serta pihak Bappeda Aceh.

Apresiasi mengalir deras atas inisiatif pembangunan kawasan yang dinilai akan menjadi pusat pendidikan, kebudayaan Islam, dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah di Aceh Barat itu.

Division Head CSR PT Mifa Bersaudara, Tengku Kaddhafi, menjelaskan bahwa Mifa Islamic Center bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga akan menjadi ikon integrasi nilai religius, sosial, dan budaya lokal Aceh.

“Kawasan ini akan berpusat pada masjid dengan arsitektur Islam modern yang berpadu dengan nuansa budaya Aceh.

Baca juga: 5 Pejabat BPKD Aceh Barat Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Tersandung Skandal Insentif Pajak

Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat dakwah, pembinaan akhlak, dan pendidikan agama,” ujarnya.

Selain masjid, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung: pesantren modern, laboratorium bahasa, program tahfiz Qur’an, training center, perpustakaan, sarana olahraga, hingga pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) syariah dan auditorium.

Di dalamnya juga akan berdiri Museum Kebudayaan Islam, Rumah Adat Aceh, plaza seni, dan Monumen Tambang PT Mifa Bersaudara, sebagai sebuah penghargaan terhadap kontribusi industri tambang yang berdaya guna bagi masyarakat.

Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, PT Mifa Bersaudara turut menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Aceh Barat.

Dalam seremoni tersebut, secara simbolis perusahaan menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa fakultas kedokteran dan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Aceh.

“Kami percaya, dukungan seluruh pihak akan mewujudkan kawasan ini sebagai pusat kemajuan bersama.

Sebuah industri yang baik adalah yang tetap berjalan dalam kebaikan meski di tengah tantangan,” ujar Direktur Utama PT Mifa Bersaudara, Ricky Nelson.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved