Konflik Iran dan Israel
Mossad Gelar Operasi 'False Flag' demi Seret Arab Saudi ke Dalam Konflik, Iran Bantah Serang Aramco
Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel
Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel
PROHABA.CO - Seorang sumber militer Iran menuturkan, serangan yang menyasar fasilitas minyak Aramco Arab Saudi merupakan operasi false flag atau serangan palsu yang didalangi oleh Israel
Isu dugaan operasi rahasia intelijen Israel tersebut kembali memanaskan tensi kawasan Teluk.
Begitu juga halnya dengan komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel yang merencanakan pengeboman di negara-negara tersebut”.
Klaim ini memunculkan spekulasi serius mengenai kemungkinan adanya upaya menyeret Arab Saudi ke dalam perang terbuka antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.
Tucker Carlson, adalah seorang komentator politik konservatif Amerika Serikat.
Pandangan politiknya sering dikaitkan dengan Trumpism, dengan fokus pada kritik terhadap kebijakan luar negeri AS, isu imigrasi, serta dinamika sosial domestik.
Meski populer di kalangan konservatif, Carlson kerap menuai kontroversi karena pernyataannya yang tajam, terutama terkait Israel, Iran, dan kebijakan luar negeri Amerika.
Baca juga: Iran Beri Serangan Kejutan dengan Menggempur Kantor Netanyahu dengan Rudal Hipersonik Kheibar
Baca juga: Ulama Aceh Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Desak Pemimpin Muslim Diminta Bantu Teheran
Sehingga tetap menjadi figur sentral sekaligus kontroversial dalam lanskap politik dan media AS.
Dalam analisanya, Carlson mempertanyakan motif di balik dugaan operasi tersebut.
“Mengapa Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk yang juga sedang diserang Iran? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?” ujarnya dalam programnya.
Ia bahkan menuding Israel berupaya menciptakan kekacauan di antara sekutu-sekutu Arab Washington, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, demi memperluas konflik kawasan.
Kabar mengenai penangkapan agen Mossad di Arab Saudi dan Qatar hingga kini belum diverifikasi secara independen.
Namun isu tersebut menyebar cepat di tengah meningkatnya ketegangan militer.
Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan Israel-AS
Sejumlah analis keamanan regional menilai, bila benar terjadi, langkah itu bisa mengindikasikan adanya operasi “false flag” untuk memicu konfrontasi langsung antara Iran dan negara-negara Teluk.
Fasilitas minyak Aramco
Timur Tengah Memanas
Iran terbaru
Israel terbaru
Operasi False Flag
Harian Prohaba
Prohaba.co
komentator politik Amerika Serikat
Tucker Carlson
| Israel Butuh Dana Besar Capai 14 Kuadriliun untuk Beli Senjata Tambahan Dalam Perang Melawan Iran |
|
|---|
| Iran Pilih Perang sampai Akhir dan Keluarkan Ancaman Terkait Kapal yang Melintasi Selat Hormuz |
|
|---|
| Warga Tel Aviv Hidup Dalam Gelap Usai Rudal Iran Hajar Pembangkit Listrik |
|
|---|
| Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel |
|
|---|
| Separuh Kendaraan Pribadi di Myanmar Dilarang Beroperasi akibat Krisis di Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/FASILITAS-MINYAK-ARAB-SAUDI.jpg)