Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Iran dan Israel

Mossad Gelar Operasi 'False Flag' demi Seret Arab Saudi ke Dalam Konflik, Iran Bantah  Serang Aramco

Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel

Tayang:
Editor: Misran Asri
Saudi Gazette
FASILITAS MINYAK ARAB SAUDI - Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengungkapkan pihaknya berhasil mencegat dua drone yang berupaya menyerang kilang minyak Ras Tanura pada Senin (2/3/2026). 

Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel

PROHABA.CO - Seorang sumber militer Iran menuturkan, serangan yang menyasar fasilitas minyak Aramco Arab Saudi merupakan operasi false flag atau serangan palsu yang didalangi oleh Israel

Isu dugaan operasi rahasia intelijen Israel tersebut kembali memanaskan tensi kawasan Teluk. 

Begitu juga halnya dengan komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta “menahan agen Mossad Israel yang merencanakan pengeboman di negara-negara tersebut”. 

Klaim ini memunculkan spekulasi serius mengenai kemungkinan adanya upaya menyeret Arab Saudi ke dalam perang terbuka antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

Tucker Carlson, adalah seorang komentator politik konservatif Amerika Serikat. 

Pandangan politiknya sering dikaitkan dengan Trumpism, dengan fokus pada kritik terhadap kebijakan luar negeri AS, isu imigrasi, serta dinamika sosial domestik.

Meski populer di kalangan konservatif, Carlson kerap menuai kontroversi karena pernyataannya yang tajam, terutama terkait Israel, Iran, dan kebijakan luar negeri Amerika.

Baca juga: Iran Beri Serangan Kejutan dengan Menggempur Kantor Netanyahu dengan Rudal Hipersonik Kheibar 

Baca juga: Ulama Aceh Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Desak Pemimpin Muslim Diminta Bantu Teheran

Sehingga tetap menjadi figur sentral sekaligus kontroversial dalam lanskap politik dan media AS.

Dalam analisanya, Carlson mempertanyakan motif di balik dugaan operasi tersebut.

“Mengapa Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk yang juga sedang diserang Iran? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?” ujarnya dalam programnya.

Ia bahkan menuding Israel berupaya menciptakan kekacauan di antara sekutu-sekutu Arab Washington, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, demi memperluas konflik kawasan.

Kabar mengenai penangkapan agen Mossad di Arab Saudi dan Qatar hingga kini belum diverifikasi secara independen. 

Namun isu tersebut menyebar cepat di tengah meningkatnya ketegangan militer.

Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan Israel-AS

Sejumlah analis keamanan regional menilai, bila benar terjadi, langkah itu bisa mengindikasikan adanya operasi “false flag” untuk memicu konfrontasi langsung antara Iran dan negara-negara Teluk.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved