Rabu, 29 April 2026

Konflik Iran dan Israel

Separuh Kendaraan Pribadi di Myanmar Dilarang Beroperasi akibat Krisis di Timur Tengah

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan terpaksa tutup akibat terputusnya pasokan energi global menyusul perang di Timur Tengah

Tayang:
Editor: Misran Asri
Serambinews.com/Indra Wijaya
ANTREAN BBM -  Ilustrasi antrean BBM. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua mengantri membeli BBM di SPBU Kampung Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). 

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan terpaksa tutup akibat terputusnya pasokan energi global menyusul perang di Timur Tengah

PROHABA.CO, YANGON - Antrean panjang kendaraan mengular di berbagai wilayah Myanmar pada Rabu (4/3/2026).  
Para pengendara berupaya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang stoknya kian menipis.  

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan terpaksa tutup akibat terputusnya pasokan energi global menyusul perang di Timur Tengah. 

Serangan AS-Israel terhadap Iran selama akhir pekan dan perang yang lebih luas di seluruh Timur Tengah telah menghambat pasokan minyak. 

Kondisi ini memukul telak Myanmar yang menggantungkan 90 persen kebutuhan bbm melalui impor. 

Negara ini sebenarnya telah lama bergelut dengan rantai pasokan energi yang rapuh akibat perang saudara sejak kudeta militer lima tahun silam.

Separuh kendaraan pribadi dilarang beroperasi 

Dikutip dari AFP, junta militer telah melarang separuh dari kendaraan pribadi beroperasi di jalan setiap hari.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya

Baca juga: Stasiun CIA Amerika Serikat di Riyadh Diserang Drone, Diduga dari Iran

Pembatasan tersebut akan diterapkan berdasarkan nomor plat kendaraan mulai akhir pekan ini guna menghemat cadangan bahan bakar nasional. 

Juru bicara junta, Zaw Min Tun mengatakan, Myanmar memiliki stok bahan bakar yang cukup untuk 40 hari. 

"Pembatasan lalu lintas dimaksudkan untuk memastikan negara tersebut mampu mengatasi kesulitan minyak yang dihadapi dunia dengan menggunakannya secara sistematis," ujarnya. 

Namun, di kota terbesar, Yangon, seorang jurnalis AFP melihat sekitar 50 kendaraan mengantre di luar masing-masing dari lima SPBU yang mereka kunjungi pada Rabu. 

Beberapa SPBU tutup 

Sebuah SPBU di selatan Yangon ditutup, dengan pemberitahuan bahwa truk tangki bahan bakar sedang mengantre untuk berlabuh di pelabuhan dan penjualan bensin ditangguhkan sampai mereka tiba. 

Negara tetangga Thailand mengatakan telah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan ke depan tetapi akan menangguhkan ekspor untuk menghemat cadangannya. 

Baca juga: Bupati Haili Yoga Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Stok di Aceh Tengah Dipastikan Aman

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved