Minggu, 12 April 2026

Konflik Iran dan Israel

IRGC Klaim 650 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam Operasi True Promise 4

Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menimbulkan kerugian besar bagi militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi

Editor: Muliadi Gani
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni  
PERANG - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026). Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menimbulkan kerugian besar bagi militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi balasan bertajuk True Promise 4.(Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni) 

Ringkasan Berita:
  • IRGC klaim 650 tentara AS tewas atau terluka dalam dua hari pertama Operasi True Promise 4, termasuk serangan ke Armada Kelima di Bahrain.
  • Iran sebut serangan menargetkan pangkalan dan kapal perang AS di Teluk Persia, termasuk peluncuran rudal ke USS Abraham Lincoln.
  • AS membantah klaim tersebut, dengan laporan resmi menyebut korban tewas hanya enam orang, memunculkan perbedaan data yang tajam.

 

PROHABA.CO, TEHERAN - Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menimbulkan kerugian besar bagi militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi balasan bertajuk True Promise 4.

Klaim tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (3/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara IRGC, Brigjen Ali Mohammad Naeini, menyebutkan bahwa lebih dari 650 tentara AS tewas atau terluka hanya dalam dua hari pertama serangan.

Operasi ini disebut sebagai respons langsung atas serangan AS dan Israel terhadap wilayah Iran sebelumnya.

Menurut Naeini, operasi militer tersebut menyasar sejumlah target strategis, termasuk pangkalan militer dan kapal perang AS di kawasan Teluk Persia.

IRGC mengklaim menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone tempur dalam melancarkan serangan.

Salah satu target utama yang disebut adalah markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Fasilitas tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan berulang kali.

IRGC mengklaim sekitar 160 personel menjadi korban dalam serangan di pangkalan tersebut.

Baca juga: Mossad Gelar Operasi False Flag demi Seret Arab Saudi ke Dalam Konflik, Iran Bantah  Serang Aramco

Selain itu, sebuah kapal logistik tempur milik AS disebut mengalami kerusakan berat akibat hantaman rudal Iran.

Tak hanya itu, IRGC juga menyatakan telah meluncurkan empat rudal jelajah ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln yang saat itu berada sekitar 250–300 kilometer dari pantai Chabahar, Iran tenggara.

Setelah serangan tersebut, kapal induk itu dikabarkan mundur menuju Samudra Hindia bagian tenggara.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai dampak langsung dari serangan tersebut terhadap kapal induk AS tersebut.

Dalam pernyataannya, Naeini menegaskan bahwa pihak AS kemungkinan akan menyangkal jumlah korban yang diklaim Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved