Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Rumor Donald Trump Dilarikan ke Walter Reed Dibantah Gedung Putih

Kabar mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut-sebut dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center sempat ramai

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut-sebut dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center sempat ramai beredar di media sosial sejak Sabtu (4/4/2026). (Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT) 
Ringkasan Berita:
  • Beredar kabar Donald Trump dilarikan ke Walter Reed, dipicu klaim penutupan jalan dan pembatasan akses media.
  • Pihak Gedung Putih menegaskan Trump tetap bekerja di Gedung Putih, tidak ada kondisi darurat.
  • Isu kesehatan Trump sering jadi perhatian publik, namun laporan medis terbaru menyatakan kondisinya prima.

 

PROHABA.CO - Kabar mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut-sebut dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center sempat ramai beredar di media sosial sejak Sabtu (4/4/2026).

Rumor ini bermula dari laporan sejumlah pengguna X yang mengklaim adanya aktivitas tidak biasa di sekitar fasilitas medis tersebut.

Spekulasi semakin meluas setelah muncul klaim penutupan jalan di sekitar Walter Reed.

Narasi ini kemudian dikaitkan dengan dugaan bahwa ada pejabat penting yang sedang dirawat, termasuk Presiden Trump.

Pada saat yang hampir bersamaan, Gedung Putih memberlakukan pembatasan akses media sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Kebijakan ini membuat jurnalis tidak dapat memantau langsung aktivitas presiden, sehingga celah informasi tersebut diisi oleh berbagai asumsi.

Kata kunci “Walter Reed” pun menjadi trending di media sosial.

Baca juga: Iran Hujani Israel dengan Rudal, Tel Aviv Diguncang Ledakan Usai Pidato Donald Trump

Klarifikasi Gedung Putih

Di tengah ramainya spekulasi mengenai kondisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pihak gedung Putih akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi tersebut.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menegaskan bahwa Trump tetap menjalankan tugasnya seperti biasa di Gedung Putih.

Klarifikasi tersebut muncul setelah rumor yang menyebut Trump dilarikan ke rumah sakit menyebar luas di media sosial.

“Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump.

Pada akhir pekan Paskah ini, dia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Ruang Oval,” tulis Cheung dikutip dari First Post.

Bantahan serupa juga disampaikan oleh koresponden Gedung Putih, Hugo Lowell.

Ia menjelaskan bahwa pembatasan akses media yang diberlakukan hari itu merupakan prosedur biasa, bukan indikasi adanya kondisi darurat.

Lowell memastikan Trump tetap berada di Gedung Putih dan tidak berada di fasilitas medis mana pun.

Keberadaan personel Marinir di luar Sayap Barat disebut sebagai indikator kuat bahwa presiden berada di lokasi tersebut.

Selain itu, tidak ada agenda perjalanan Trump ke rumah sakit maupun ke properti pribadinya sepanjang hari itu.

Dengan adanya klarifikasi resmi dan laporan jurnalis di lapangan, rumor mengenai Trump yang disebut dilarikan ke rumah sakit dipastikan tidak benar.

Aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal.

Baca juga: Iran Klaim Kendali Selat Hormuz, Situasi Ini Disebut Bisa Jadi Jebakan bagi Donald Trump

Isu Kesehatan Trump Jadi Sorotan

Meski rumor ini terbantahkan, sorotan terhadap kondisi kesehatan Donald Trump bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, Trump sempat tampil dengan bercak merah di bagian leher saat menghadiri upacara Medal of Honor.

Penampakan tersebut terekam kamera dan dengan cepat menyebar di media sosial.

Pada Desember tahun lalu, ia juga menjadi perbincangan setelah terlihat memiliki memar cukup besar di bagian tangan.

Dugaan bahwa memar tersebut ditutupi dengan lapisan alas bedak semakin memperkuat spekulasi publik.

Selain itu, Trump diketahui pernah didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI), yaitu kondisi ketika pembuluh darah vena tidak berfungsi optimal.

Diagnosis ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan presiden, meski tidak ada pernyataan resmi yang menunjukkan adanya gangguan serius dalam aktivitasnya sebagai presiden.

Namun, laporan medis terbaru pada April menyebutkan kondisi Trump dalam keadaan prima.

Indikator kesehatan seperti berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, serta pemeriksaan lainnya berada dalam batas normal.

Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun spekulasi terus bermunculan di ruang publik, terutama di media sosial, tidak semuanya didukung oleh fakta medis yang kuat.

Baca juga: Donald Trump: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Semua Pihak Tahan Diri

Baca juga: Donald Trump Kecam Cina karena Batalkan Pembelian Pesawat Boeing

Baca juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved