Konflik Amerika vs Iran
Rumor Donald Trump Dilarikan ke Walter Reed Dibantah Gedung Putih
Kabar mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut-sebut dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center sempat ramai
Ringkasan Berita:
- Beredar kabar Donald Trump dilarikan ke Walter Reed, dipicu klaim penutupan jalan dan pembatasan akses media.
- Pihak Gedung Putih menegaskan Trump tetap bekerja di Gedung Putih, tidak ada kondisi darurat.
- Isu kesehatan Trump sering jadi perhatian publik, namun laporan medis terbaru menyatakan kondisinya prima.
PROHABA.CO - Kabar mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut-sebut dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center sempat ramai beredar di media sosial sejak Sabtu (4/4/2026).
Rumor ini bermula dari laporan sejumlah pengguna X yang mengklaim adanya aktivitas tidak biasa di sekitar fasilitas medis tersebut.
Spekulasi semakin meluas setelah muncul klaim penutupan jalan di sekitar Walter Reed.
Narasi ini kemudian dikaitkan dengan dugaan bahwa ada pejabat penting yang sedang dirawat, termasuk Presiden Trump.
Pada saat yang hampir bersamaan, Gedung Putih memberlakukan pembatasan akses media sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Kebijakan ini membuat jurnalis tidak dapat memantau langsung aktivitas presiden, sehingga celah informasi tersebut diisi oleh berbagai asumsi.
Kata kunci “Walter Reed” pun menjadi trending di media sosial.
Baca juga: Iran Hujani Israel dengan Rudal, Tel Aviv Diguncang Ledakan Usai Pidato Donald Trump
Klarifikasi Gedung Putih
Di tengah ramainya spekulasi mengenai kondisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pihak gedung Putih akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi tersebut.
Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menegaskan bahwa Trump tetap menjalankan tugasnya seperti biasa di Gedung Putih.
Klarifikasi tersebut muncul setelah rumor yang menyebut Trump dilarikan ke rumah sakit menyebar luas di media sosial.
“Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump.
Pada akhir pekan Paskah ini, dia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Ruang Oval,” tulis Cheung dikutip dari First Post.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh koresponden Gedung Putih, Hugo Lowell.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan akses media yang diberlakukan hari itu merupakan prosedur biasa, bukan indikasi adanya kondisi darurat.
Lowell memastikan Trump tetap berada di Gedung Putih dan tidak berada di fasilitas medis mana pun.
Keberadaan personel Marinir di luar Sayap Barat disebut sebagai indikator kuat bahwa presiden berada di lokasi tersebut.
Selain itu, tidak ada agenda perjalanan Trump ke rumah sakit maupun ke properti pribadinya sepanjang hari itu.
Dengan adanya klarifikasi resmi dan laporan jurnalis di lapangan, rumor mengenai Trump yang disebut dilarikan ke rumah sakit dipastikan tidak benar.
Aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal.
Baca juga: Iran Klaim Kendali Selat Hormuz, Situasi Ini Disebut Bisa Jadi Jebakan bagi Donald Trump
Isu Kesehatan Trump Jadi Sorotan
Meski rumor ini terbantahkan, sorotan terhadap kondisi kesehatan Donald Trump bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, Trump sempat tampil dengan bercak merah di bagian leher saat menghadiri upacara Medal of Honor.
Penampakan tersebut terekam kamera dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Pada Desember tahun lalu, ia juga menjadi perbincangan setelah terlihat memiliki memar cukup besar di bagian tangan.
Dugaan bahwa memar tersebut ditutupi dengan lapisan alas bedak semakin memperkuat spekulasi publik.
Selain itu, Trump diketahui pernah didiagnosis mengalami insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI), yaitu kondisi ketika pembuluh darah vena tidak berfungsi optimal.
Diagnosis ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan presiden, meski tidak ada pernyataan resmi yang menunjukkan adanya gangguan serius dalam aktivitasnya sebagai presiden.
Namun, laporan medis terbaru pada April menyebutkan kondisi Trump dalam keadaan prima.
Indikator kesehatan seperti berat badan, tekanan darah, kadar kolesterol, serta pemeriksaan lainnya berada dalam batas normal.
Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun spekulasi terus bermunculan di ruang publik, terutama di media sosial, tidak semuanya didukung oleh fakta medis yang kuat.
Baca juga: Donald Trump: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Semua Pihak Tahan Diri
Baca juga: Donald Trump Kecam Cina karena Batalkan Pembelian Pesawat Boeing
Baca juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
Kesehatan
Rumah Sakit
Gedung Putih
Walter Reed
Bantah
Amerika Serikat
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
| Iran Tutup Kembali Jalur Minyak di Selat Hormuz Setelah Serangan Militer Israel ke Lebanon |
|
|---|
| Iran Ajukan Rencana 10 Poin, Trump Setuju Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-76.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.