Konflik Amerika vs Iran
DonaldTrump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sehari sebelum batas waktunya berakhir.
Ringkasan Berita:
- Perpanjangan gencatan senjata: Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran atas permintaan pejabat Pakistan.
- Blokade tetap berjalan: Meski gencatan senjata diperpanjang, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran dan menegaskan militer tetap siaga.
- Respons Iran skeptis: Pihak Iran menilai pengumuman Trump “tidak berarti apa-apa” dan menegaskan negosiasi masih jauh dari selesai.
PROHABA.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sehari sebelum batas waktunya berakhir.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Donald Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa (22/4/2026) waktu setempat.
Gencatan senjata merupakan penghentian sementara aksi militer antara pihak yang berkonflik, biasanya untuk membuka ruang negosiasi atau mencegah eskalasi lebih lanjut.
Trump menyebut perpanjangan dilakukan atas permintaan pejabat tinggi Pakistan, yakni Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
“Atas permintaan mereka, kami menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan Iran dapat mengajukan proposal yang terpadu,” tulis Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Trump dalam sebuah wawancara televisi mengatakan ia akan melanjutkan pemboman tidak mencapai kesepakatan memperpanjang gencatan senjata sebelum batas waktu Rabu malam.
Ia juga menekankan bahwa militer AS tetap dalam posisi siaga penuh jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz, Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan
Respons Iran
Dari pihak Iran, Mahdi Mohammadi, penasihat senior Ketua DPR Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut pengumuman Trump tersebut “tidak berarti apa-apa.”
Ghalibaf sendiri telah memimpin putaran pertama negosiasi dengan AS di Islamabad dan dijadwalkan berhadapan dengan Wakil Presiden JD Vance dalam putaran kedua pembicaraan.
Sikap skeptis Iran menunjukkan bahwa proses negosiasi masih jauh dari kata selesai.
Ketegangan tetap tinggi meski ada perpanjangan gencatan senjata.
Sikap Trump
Sebelum pengumuman ini, Trump sempat memberikan sinyal keras terkait kelanjutan konflik dengan Teheran.
Dalam wawancara televisi pada Selasa pagi, ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki pilihan lain selain mengirim tim negosiator ke Pakistan.
Menurutnya, langkah tersebut adalah satu-satunya jalan bagi Iran untuk menghindari eskalasi militer yang lebih parah.
Baca juga: Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Amblas Sepanjang 12 Meter, Penghuni Terancam Bahaya
Trump optimistis tekanan yang diberikan AS akan memaksa Iran tunduk pada kesepakatan baru yang menguntungkan Washington.
“Apa yang saya pikirkan adalah pertemuan ini (di Islamabad) akan berakhir dengan kesepakatan besar,” ujarnya Donald Trump kepada CNBC.
Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan memperpanjang masa gencatan senjata, Trump sebelumnya menolak opsi tersebut.
Ia menilai waktu yang dimiliki kedua belah pihak sudah sangat terbatas.
“Saya tidak ingin melakukan itu. Kita tidak punya banyak waktu,” tegas Trump.
Perpanjangan gencatan senjata ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam hubungan AS–Iran.
Meski Trump sebelumnya menolak perpanjangan, tekanan diplomatik dari Pakistan tampaknya berhasil mengubah sikap Washington.
Di sisi lain, Iran masih meragukan keseriusan AS dan menilai langkah Trump tidak membawa arti penting.
Dengan blokade pelabuhan tetap berjalan, ketegangan di kawasan Teluk Persia belum mereda.
Negosiasi lanjutan di Islamabad akan menjadi penentu apakah gencatan senjata ini berujung pada kesepakatan damai atau kembali memicu konflik terbuka.
Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut
Baca juga: Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit
Baca juga: Pemerintah Serahkan Bantuan Rumah Rusak untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
| Iran Tutup Kembali Jalur Minyak di Selat Hormuz Setelah Serangan Militer Israel ke Lebanon |
|
|---|
| Iran Ajukan Rencana 10 Poin, Trump Setuju Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-965.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.