Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Amblas Sepanjang 12 Meter, Penghuni Terancam Bahaya

lantai huntara Danantara di Kampung Simpang IV Upah, mengalami kerusakan serius. Koridor sepanjang 12 meter dengan lebar 2,5 meter di Blok C2 amblas

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
LANTAI HUNTARA AMBLAS - Lantai koridor Blok C2 Huntara Danantara Aceh Tamiang amblas sepanjang 12 meter, Selasa (21/4/2026). Penghuni mengeluhkan kondisi ini karena berpotensi membahayakan dan sewaktu-waktu bisa memakan korban kalau tidak segera diperbaiki. (Serambinews.com/Rahmad Wiguna) 

Ringkasan Berita:
  • Kerusakan parah: Lantai koridor Huntara Danantara di Blok C2 amblas sepanjang 12 meter, tidak bisa dilalui.
  • Dampak bagi penghuni: Warga kesulitan beraktivitas, merasa terancam keselamatan, dan sebagian sudah memperbaiki lantai secara swadaya.
  • Harapan warga: Penghuni meminta pemerintah segera memperbaiki Huntara agar tidak semakin membahayakan.

 

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG  – Kondisi memprihatinkan terjadi di hunian sementara (Huntara) Danantara Kampung Simpang IV Upah, Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dimana, lantai hunian sementara Danantara di Kampung Simpang IV Upah, mengalami kerusakan serius.

Koridor sepanjang 12 meter dengan lebar 2,5 meter di Blok C2 amblas dan tidak bisa dilalui.

Penghuni mengeluhkan kondisi ini karena berpotensi membahayakan dan sewaktu-waktu bisa memakan korban kalau tidak segera diperbaiki. 

Mereka menyebut kerusakan mulai terjadi sejak Ramadhan 1447 H, diawali genangan air hujan yang membuat lantai rapuh.

Puncaknya terjadi Minggu lalu saat hujan deras, lantai langsung ambruk,” kata penghuni di Blok C2, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: 885 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Rampung dan Sudah Dihuni, 3.081 Masih Dikebut 

Baca juga: Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

“Masuk ke rumah jadi susah, apalagi saya sudah nenek-nenek, takut kalau ke luar,” ujar Sri Rahayu, salah satu penghuni.

Warga menduga kualitas atap yang kurang baik serta saluran air yang tidak berfungsi menjadi penyebab utama.

Akibatnya, air hujan menggenang dan mempercepat kerusakan.

Beberapa lantai rumah warga juga mulai rusak, sebagian sudah diperbaiki secara swadaya dengan papan baru.

Penghuni berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki Huntara.

“Walau cuma sementara di sini, tapi maunya ada perhatian.

Jangan dibiarkanlah kami tinggal di rumah yang rusak,” kata seorang warga lain.

(Serambinews.com/Rahmad Wiguna)

Baca juga: 20 Maret, Semua Pengungsi Harus Masuk Huntara, Penegasan Kasatgaswil PRR di Aceh Utara

Baca juga: 6.211 Unit Huntara di Aceh Rampung Dibangun 100 Persen, Siap Ditempati Warga Terdampak

Baca juga: Kontraktor Diduga Kabur, Pembangunan Huntara Korban Banjir di Pante Bidari Aceh Timur Terbengkalai

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved