Selasa, 14 April 2026

Luar Negeri

Rudal Rusia Hujani Ukraina, 167 Tewas

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 137 warga Ukraina tewas setelah negaranya diserang besar-besaran dari pasukan Rusia ...

Editor: Muliadi Gani
ANTARA FOTO/REUTERS/MAKSIM LEVIN/HP/CFO
Tentara Ukraina terlihat di samping kendaraan lapis baja yang hancur, yang menurut mereka milik tentara Rusia, di luar Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). 

PROHABA.CO, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan 137 warga Ukraina tewas setelah negaranya diserang besar-besaran dari pasukan Rusia pada Kamis (24/2) malam.

"Hari ini kami telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kami.

Militer dan sipil," kata Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video, dikutip dari AFP, Jumat (25/2).

Sementara itu, dia menambahkan bahwa 316 orang lainnya terluka dalam operasi militer Rusia.

Pasukan Rusia yang menginvasi diketahui menekan jauh ke Ukraina pada Kamis, ketika pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kiev.

Rudal dan penembakan Rusia menghujani kota-kota Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi darat dan serangan udara skala penuh, memaksa warga sipil untuk berlindung di sistem metro, dengan 100.000 orang mengungsi.

Baca juga: AS Tak Evakuasi Warganya dari Ukraina

Baca juga: Rusia Umumkan Perang, Ukraina Dihantam Ledakan

Di seluruh Ukraina, setidaknya 137 orang telah tewas setelah hari pertama pertempuran.

Presiden Zelensky telah memanggil wajib militer dan pasukan cadangan nasional untuk berperang dalam mobilisasi umum.

Dia mengatakan sekarang ada "tirai besi baru" antara Rusia dan seluruh dunia, seperti dalam Perang Dingin.

Ukraina mengatakan pasukan Rusia juga telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, daerah yang masih sangat terkontaminasi dengan bahan radioaktif setelah kecelakaan 1986 yang menghancurkan, mendorong pengawas nuklir IAEA untuk menyerukan "penahanan".

Selain itu, saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa pasukan terjun payung Rusia merebut kendali lapangan udara strategis Gostomel, di pinggiran barat laut Kiev, setelah menukik dengan helikopter dan jet dari arah Belarus.

"Helikopter datang dan kemudian pertempuran dimulai.

Mereka menembakkan senapan mesin, peluncur granat," kata warga Sergiy Storozhuk.(kompas.com)

Baca juga: Vladimir Putin Perintahkan Operasi Militer di Ukraina

Baca juga: Pura-pura Keracunan Makanan, Tiga Preman Peras Pemilik Toko

Baca juga: Nenek Pedagang Tewas Kecelakaan Saat Salip Truk

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved