Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Selatan

Tragis, Mantan Keuchik di Samadua Aceh Selatan Ditemukan Meninggal Tergantung

Warga Gampong Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung

Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA
OLAH TKP - Petugas Unit Identifikasi Polres Aceh Selatan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Ganpong Madat, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, Kamis (4/9/2025). 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

PROHABA.CO, TAPAKTUAN – Warga Gampong Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 12.20 WIB.

Korban diketahui bernama Akmal HS (51), seorang mantan keuchik di gampong tersebut.

Ia pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya yang baru pulang dari sekolah.

Saat memasuki rumah, sang anak yang masih berusia 13 tahun melihat ayahnya sudah dalam posisi tergantung di kusen pintu kamar.

Ia langsung panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Salah seorang tetangga, Maisar (51), yang mendengar teriakan tersebut segera datang ke lokasi.

Ia langsung memotong kain yang melilit leher korban dan menurunkannya ke ruang tamu rumah.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Samadua.

Mendapat laporan, petugas kepolisian bersama Unit Identifikasi Polres Aceh Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Empat Mahasiswa Terbakar Saat Demo di DPRD SBT, Api Menyambar Usai Tumpahan BBM

Baca juga: Diduga Bunuh Diri, Pemuda di Aceh Singkil Meninggal Tergantung di Lantai Dua Ruko

Petugas medis dari Puskesmas setempat juga turut hadir untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Kapolsek Samadua, AKP Adam Sugiarto, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dari hasil keterangan pihak keluarga, korban diketahui telah lama mengalami gangguan depresi dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Korban memiliki empat anak dan tinggal bersama dua anaknya yang masih kecil.

Menurut keluarga, korban memang jarang keluar rumah dalam beberapa waktu terakhir,” jelas AKP Adam.

Pihak kepolisian sempat menawarkan untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian, namun keluarga korban menolak dan mengaku menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved