Selasa, 19 Mei 2026

Banjir Pidie Jaya

Banjir dan Longsor Melanda Pidie Jaya, 186 Gampong Terdampak dan Ekonomi Lumpuh

Kabupaten Pidie Jaya dilanda bencana alam setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (25/11/2025)

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS/HO
EVAKUASI KORBAN BANJIR - Personel Polres Pidie Jaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan menerobos tingginya air di salah satu gampong di Pidie Jaya, Kamis (27/11/2025). Banjir dan Longsor Melanda Pidie Jaya, 186 Gampong Terdampak dan Ekonomi Lumpuh 
Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor melanda 186 gampong di delapan kecamatan Pidie Jaya akibat hujan lebat selama tiga hari.
  • Infrastruktur rusak parah: jalan nasional, jalan provinsi, fasilitas umum, rumah warga, tambak, dan persawahan terdampak.
  • Dampak bencana melumpuhkan ekonomi, pendidikan, dan akses distribusi barang pokok di wilayah terdampak.

 

PROHABA.CO, PIDIE JAYA -  Kabupaten Pidie Jaya dilanda bencana alam setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025).

Banjir besar dan longsor yang terjadi secara bersamaan melumpuhkan aktivitas masyarakat, merusak puluhan fasilitas publik, dan menghantam hampir seluruh kecamatan di daerah berjuluk Negeri Japakeh tersebut.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, pada Jumat (28/11/2025) merilis daftar gampong yang paling terdampak.

Data itu menunjukkan betapa luasnya skala kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Total, lebih dari 186 gampong terdampak banjir dan longsor di delapan kecamatan berbeda.

Bandar Baru: 28 Gampong Terendam Akibat Meluapnya Tiga Krueng

Kecamatan Bandar Baru menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar.

Sebanyak 28 gampong dilaporkan terendam banjir.

Di antaranya Gampong Cut Nyong, Meunasah Gampong, Baro, Pulo Rheng, Dayah Nyong, Blang Glong, Peub Lueng Nibong, hingga Teungeh Musa.

Bupati menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di wilayah ini adalah meluapnya Krueng Putu, Krueng Pante Raja, dan Krueng Cubo.

Debit air yang besar tak mampu ditampung aliran sungai, sehingga menggenangi pemukiman, merusak jalan, dan menghentikan roda ekonomi warga.

Baca juga: Dua Korban Banjir di Pidie Jaya Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Warga Masih Dicari

Panteraja: Sepuluh Titik Banjir, Rumah dan Tambak Rusak

Di Kecamatan Panteraja, banjir melanda 10 gampong, termasuk Gampong Tu, Keude Panteraja, Hagu, Lhok Puuk, hingga Reudeup.

Selain banjir, wilayah ini juga mengalami jalan amblas, longsor badan jalan, kerusakan rumah warga, rusaknya tambak, dan longsor tebing sungai.

“Krueng Panteraja meluap di beberapa titik, mengakibatkan seluruh jalur transportasi terganggu,” jelas Sibral.

Selanjutnya, kata Sibral Malasyi, Kecamatan Trienggadeng: 27 Gampong Terkena Dampak Banjir dari Krueng Beracan

Bencana juga menghantam Kecamatan Trienggadeng dengan parah.

Sebanyak 27 gampong terendam banjir, termasuk gampong-gampong besar seperti Sagoe, Mee Peuduek, Reuseb, Panton Raya, Keude Trienggadeng, hingga Rawasari.

Banjir terjadi akibat meluapnya Krueng Beracan.

Rumah warga, area persawahan, hingga fasilitas umum terendam air selama beberapa hari, membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan akses pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Meureudu: 30 Gampong dilanda Banjir, Jalan Nasional Terputus

Kecamatan Meureudu mencatat dampak paling serius dengan 30 gampong dilaporkan terkena banjir dan longsor.

Kerusakan bukan hanya terjadi pada rumah warga dan persawahan, tetapi juga berdampak pada: putusnya badan jalan nasional, rusaknya jalan provinsi dan kabupaten, terputusnya jaringan pipa air bersih PDAM, serta ambruknya tebing sungai.

Beberapa gampong yang terdampak termasuk Kota Meureudu, Meunasah Balek, Mesjid Tuha, Rungkom, Blang Awe, Manyang Lancok, Manyang Cut, Beurawang, Rhieng Blang, Rhieng Krueng, Rhieng Mancang dan Meunasah Lhok. 

Lalu, Meuraksa, Pulo U, Geuleudah, Dayah Timu, Bunot, Glumpang Tutong, Meunasah Hagu, Pohroh, Kudrang, Lampoh Lada, Mulieng, Dayah Tuha, Rumpuen, Rambong, Meunasah Kulam, Grong-Grong, Kuta Trieng dan Teupin Peuraho. 

Baca juga: Warga Aceh Utara Meninggal Tersengat Listrik Saat Selamatkan Ayam di Tengah Banjir

Meurah Dua, Ulim, dan Jangka Buya: Banjir dan Longsor Meluas

Kecamatan Meurah Dua mengalami banjir dan longsor yang melanda 19 gampong, termasuk rusaknya jalan provinsi terjadi longsor, rumah warga rusak, tambak, fasilitas peternakan, dan persawahan mengalami kerusakan. 

Sementara itu, Kecamatan Ulim terdampak banjir dan longsor berampak pada 30 gampong, dengan kerusakan seperti badan jalan provinsi rusak, fasilitas umum rusak, longsor tebing sungai hingga perswahan dan tambak menjadi sasaran diterjang banjir. 

Selanjutnya di Kecamatan Jangka Buya, banjir merendam 18 gampong.

Selain air bah, longsor tebing sungai memperparah kondisi.

Infrastruktur provinsi seperti badan jalan dan fasilitas publik rusak berat, termasuk tambak-tambak yang menjadi sumber ekonomi warga.

Berikutnya, sebut Bupati Pidie jaya di Bandar Dua (Ulee Gle) Dampak Terluas dengan 45 Gampong Terdampak

Wilayah dengan gampong terdampak terbanyak adalah Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), yaitu 45 gampong.

Kerusakan infrastruktur kabupaten, fasilitas umum, rumah warga, area persawahan, hingga tebing sungai membuat kawasan ini berada dalam kondisi darurat.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi menegaskan bahwa banjir dan longsor kali ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan ekonomi dan aktivitas pendidikan di Pidie Jaya.

Banyak sekolah tutup, pasar tidak beroperasi, dan akses distribusi barang pokok terputus.

“Banjir dan longsor di Pidie Jaya telah melumpuhkan ekonomi warga dan pendidikan,” tutup Bupati Sibral.

(Serambinews/Muhammad Nazar)

Baca juga: Terobos Banjir, Mualem Tinjau Titik Pengungsian di Pidie

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Kian Panas, Inara Rusli Laporkan Penyebar CCTV ke Bareskrim 

Baca juga: Bener Meriah Terisolir, Bupati Tagore Mohon Bantuan Segera Masuk Lewat Udara

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved