Selasa, 26 Mei 2026

Banjir Aceh

Mualem Tegaskan Aceh Terbuka Terima Bantuan Internasional Pasca Banjir Bandang

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa Aceh sangat terbuka menerima bantuan dari luar negeri untuk mempercepat

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com
BANTUAB LUAR NEGERI – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa Aceh sangat terbuka menerima bantuan dari luar negeri untuk mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tanah Rencong, Minggu (7/12/2025) malam.  

Ringkasan Berita:
  • Aceh terbuka menerima bantuan internasional untuk mempercepat penanganan banjir bandang dan tanah longsor.
  • Bantuan dari negara tetangga seperti Malaysia telah datang, berupa obat-obatan dan tenaga dokter, dengan pengiriman lanjutan dijadwalkan.
  • Gubernur Mualem menegaskan tidak ada larangan bagi lembaga internasional atau negara lain yang ingin menyalurkan bantuan ke Aceh.

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa Aceh sangat terbuka menerima bantuan dari luar negeri untuk mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tanah Rencong.

Pernyataan ini sekaligus menepis tudingan bahwa pemerintah Aceh mempersulit masuknya bantuan asing.

Menurut Mualem, bantuan dari luar negeri justru sangat penting dan menjadi salah satu faktor percepatan penanganan warga terdampak bencana.

Ia mempertanyakan, mengapa seharusnya bantuan kemanusiaan yang datang justru dihalangi.

“Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh,” tegas Mualem.

Pernyataan ini disampaikan usai Gubernur Aceh menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri dan gubernur di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12/2025) malam.

Mualem menjelaskan bahwa sejauh ini sejumlah bantuan dari negara tetangga sudah mulai berdatangan dan tersalurkan dengan baik.

Baca juga: Warga Pidie Jaya Hampir Sepekan Mengungsi Akibat Banjir, Kekurangan Pakaian dan Air Bersih

Salah satunya datang dari Kuala Lumpur, Malaysia, berupa obat-obatan dan tenaga dokter untuk membantu penanganan medis di lokasi terdampak.

“Yang jelas bantuan dari luar disalurkan dengan tepat.

Contohnya ada bantuan dari Kuala Lumpur Malaysia ada dokter dan obat-obatan, jadi tersalur semuanya bahkan tidak cukup,” jelasnya.

“Mereka hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak tiga ton lagi dan dokter,” lanjut Mualem.

Gubernur Aceh memastikan bahwa provinsi ini tidak menutup pintu bagi lembaga internasional maupun negara lain yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa tenaga medis, obat-obatan, maupun logistik.

“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak masalah,” tutupnya.

Dengan keterbukaan ini, pemerintah Aceh berharap arus bantuan dari luar negeri dapat terus berjalan lancar, sehingga proses penanganan korban dan pemulihan infrastruktur akibat banjir dan longsor dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved