Selasa, 9 Juni 2026

Banjir Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh Kerahkan Lima Alat Berat Bersihkan Sekolah di Tamiang

kondisi terparah ditemukan di ruang guru dan tata usaha, di mana endapan lumpur menutupi lantai dengan volume yang cukup besar

Tayang:
Editor: Misran Asri
Biro Adpim Setda Aceh/HO
PENANGANAN DI ACEH TAMIANG - Sekda Aceh, M Nasir memantau penanganan yang sedang dilaksanakan bersama-sama di Aceh Tamiang, dimana Pemerintah Aceh juga turut mengerahkan lima alat berat ke lokasi, Senin (5/1/2026). 

Kondisi terparah ditemukan di ruang guru dan tata usaha, di mana endapan lumpur menutupi lantai dengan volume yang cukup besar

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Sebagai langkah penanganan yang terus dilakukan, lima unit alat berat dikerahkan ke lokasi guna membersihkan material lumpur dan kayu gelondongan yang masih menimbun sejumlah fasilitas sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengungkapkan bahwa langkah cepat ini diambil agar sisa material banjir tidak menghambat proses belajar mengajar terlalu lama. 

Menurutnya, pembersihan material berat memerlukan penanganan khusus agar bangunan sekolah segera layak digunakan kembali.

"Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan yang masuk ke area sekolah," ujar Sekda Aceh, M Nasir dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Bank Aceh Salurkan Rp642 Juta Bantuan untuk Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Baca juga: Dukung Pemulihan Pascabencana, PT LMR Kembali Salurkan 13 Ton Bantuan ke Aceh

Dalam peninjauan tersebut, M Nasir menjelaskan bahwa tim di lapangan menerapkan strategi pembersihan bertahap. 

Fokus utama adalah memastikan bagian dalam bangunan bersih dari sisa bencana sebelum berlanjut ke area luar.

“Target pertama kami adalah membersihkan kelas-kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruangan lainnya. 

Langkah yang dilakukan adalah mendorong lumpur keluar dari ruangan menuju halaman. 

Setelah itu, baru kami bersihkan bagian luar sebagai tahap finishing,” ucap M. Nasir.

Ia menambahkan bahwa kondisi terparah ditemukan di ruang guru dan tata usaha, di mana endapan lumpur menutupi lantai dengan volume yang cukup besar.

Baca juga: Korban Banjir Aceh Utara Bertambah, Total 229 Jiwa Meninggal Dunia

Selain dukungan alat berat, aksi pemulihan ini juga diperkuat oleh kehadiran relawan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh. 

Para relawan ini bekerja secara manual menggunakan cangkul, sekop, dan pendorong air untuk menjangkau sudut-sudut ruangan yang tidak bisa diakses alat berat.

M Nasir menambahkan, Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara teknologi alat berat dan tenaga manusia di lapangan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved