Sabtu, 9 Mei 2026

INFO BPJN ACEH

BPJN Aceh Targetkan Pembangunan Jembatan Permanen di Aceh Tengah Mulai 2026

BPJN Aceh melalui Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah 3 mulai menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur di Aceh Tengah. 

Tayang:
Editor: IKL
FOR PROHABA
Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025). 

PROHABA.CO,TAKENGON – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah 3 mulai menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur di Aceh Tengah. 

Setelah fokus pada penanganan darurat pasca-bencana, pemerintah akan memproyeksikan pembangunan jembatan permanen mulai tahun 2026.

Kepala Satker PJN Wilayah 3 Aceh, Azis, menjelaskan bahwa jembatan fungsional yang ada saat ini akan ditingkatkan statusnya secara bertahap. 

Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan akses transportasi di dataran tinggi Gayo.

"Setelah keterisolasian terbuka dan jalur fungsional, kami langsung siapkan langkah selanjutnya. Pada tahun 2026 mendatang, kami akan menyiapkan desain untuk pembangunan jembatan permanen di lokasi-lokasi terdampak," jelas Azis, Kamis (25/12/2024).

Meski sebagian besar akses sudah dapat dilalui, Azis mengakui masih ada dua titik yang membutuhkan penanganan ekstra berat, yakni Jembatan Pelang yang menghubungi Kecamatan Silih Nara - Rusip Antara dan Titi Merah, Kampung Buter, Ketol.

Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025).
Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025). (FOR PROHABA)

Pengerjaan dua jembatan tersebut diproyeksikan akan selesai pada Januari 2025. 

Kendala utama di lapangan adalah kondisi geografis dan bentang sungai yang sangat lebar.

"Khusus Jembatan Pelang dan Titi Merah, penyelesaiannya mungkin di Januari. Kondisinya berat karena bentang sungainya terlalu besar. Saat ini kami sedang mencari jalan alternatif agar perbaikan tetap jalan tanpa memutus total mobilitas warga," tambahnya.

Secara keseluruhan, BPJN Aceh menargetkan seluruh akses penting di Aceh Tengah sudah fungsional pada akhir Desember ini, kecuali beberapa titik tertentu yang terkendala teknis berat.

Masyarakat diharapkan memahami tantangan di lapangan mengingat besarnya skala kerusakan akibat banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved