Senin, 8 Juni 2026

Berita Aceh Singkil

Hidup di Gubuk Reyot, Mawarni dan Empat Anak Yatim di Aceh Singkil Dibangunkan Rumah

Mawarni, seorang ibu berusia 30 tahun, harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com/HO/dok Darwis
GUBUK REOT - Rumah Janda Empat Anak. Mawarni, seorang ibu berusia 30 tahun, harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu. Kondisi rumah janda dengan empat anak yatim di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (24/12/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Mawarni, janda muda berusia 30 tahun, membesarkan empat anak yatim di gubuk reyot berukuran 4x4 meter.
  • Garda Indonesia berkomitmen membangun rumah layak huni setelah adanya hibah tanah dari keluarga mendiang suami.
  • Pembangunan rumah ditetapkan sebagai prioritas utama dan akan didanai melalui program donasi Rp 10.000 per bulan (#R007).

 

PROHABA.CO, ACEH SINGKIL -  Mawarni, seorang ibu berusia 30 tahun, harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu.

Sejak saat itu, ia mengurus dan membesarkan empat anaknya yang kini yatim, di sebuah gubuk reyot berukuran 4x4 meter di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Ruang sempit itu terpaksa difungsikan ganda: menjadi tempat tidur, ruang keluarga, sekaligus dapur.

Untuk menghidupi anak-anaknya, Mawarni bekerja serabutan.

Apa saja ia lakukan, asal bisa memberi makan bagi buah hatinya.

Baca juga: Cerita Pilu Janda 5 Anak di Woyla Barat Tinggal di Gubuk Reyot,  Anak 15 Tahun Belum Dikhitan

Sentuhan Dermawan

Kondisi kehidupan Mawarni yang penuh keterbatasan menyentuh hati banyak pihak.

Salah satunya adalah Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (Garda) Indonesia.

Komunitas ini menyatakan komitmennya untuk membangun rumah layak huni bagi Mawarni dan keempat anak yatim itu.

Kepastian pembangunan rumah muncul setelah adanya surat hibah tanah dari keluarga mendiang suami Mawarni.

Surat hibah tersebut diserahkan langsung oleh Tianna (70), ibu dari almarhum suami Mawarni.

“Kami berharap Garda Indonesia bersedia membangun rumah layak huni untuk Mawarni dan anak-anaknya.

Kami sudah siapkan surat hibah sebidang tanah untuk keperluan tersebut,” ujar Tianna saat peninjauan lokasi bersama relawan Garda Indonesia.

Baca juga: Aura Kasih Bantah Isu Hubungan dengan Ridwan Kamil, Siap Tempuh Jalur Hukum

Prioritas Utama

Penggerak Utama Garda Indonesia Kabupaten Aceh Singkil, Darwis, ST, menegaskan bahwa pembangunan rumah Mawarni telah ditetapkan sebagai prioritas utama organisasi.

“Pembangunan rumah Mawarni sudah menjadi keputusan bersama pengurus Garda Indonesia,” katanya, Kamis (25/12/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved