Sabtu, 9 Mei 2026

INFO BPJN ACEH

BPJN Aceh Targetkan Jalur Takengon-Blangkejeren Tembus Roda Empat pada Awal 2026

BPJN Aceh menargetkan akses transportasi yang menghubungkan Takengon dan Blangkejeren sudah dapat dilalui kendaraan roda empat pada 2 Januari 2026. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: IKL
Dok BPJN Aceh
Excavator sedang memperbaiki jalan di kawasan Ise-Ise, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. 

Laporan Alga Mahate Ara| Aceh Tengah

PROHABA.CO,TAKENGON - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menargetkan akses transportasi yang menghubungkan Takengon (Aceh Tengah) dan Blangkejeren (Gayo Lues) sudah dapat dilalui kendaraan roda empat pada 2 Januari 2026. 

Saat ini, perbaikan intensif terus dilakukan pada titik kritis antara Kemerleng hingga Ise-Ise, Kecamatan Linge, yang menjadi hambatan utama konektivitas di wilayah tengah Aceh tersebut.

Kepala Satker PJN Wilayah 3, Azis, menjelaskan, hingga 27 Desember 2025, jalur Takengon hingga Ise-Ise baru bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Sementara itu, jalur dari Ise-Ise menuju Blangkejeren, Kutacane, hingga batas Sumatera Utara dilaporkan sudah fungsional untuk roda empat.

Selain fokus pada jalur utama, BPJN juga tengah menangani Jembatan Jamur Ujung di Wih Pesam yang sempat putus total. 

Jembatan tersebut ditargetkan fungsional kembali pada 15 Januari 2026. 

Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan alternatif di Kecamatan Bukit.

Beberapa titik lain juga menunjukkan kemajuan, di mana akses Pameue menuju Genting Gerbang telah fungsional sejak 23 Desember, disusul jalur Genting Gerbang menuju Simpang Uning yang sudah bisa dilalui roda empat sejak 27 Desember melalui pengalihan jalur Angkup.

Untuk mengejar target pemulihan ini, Satker Wilayah 3 mengerahkan puluhan alat berat yang terdiri dari 38 unit ekskavator, 7 unit wheel loader, 17 unit dump truck, 5 unit motor grader, serta berbagai alat pendukung seperti dozer dan breaker.

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi di Aceh telah mengakibatkan kerusakan signifikan, meliputi 15 ruas jalan putus, 16 unit jembatan rusak, dan 342 titik longsor. 

BPJN Aceh optimis pengerjaan yang intensif dapat segera memulihkan mobilitas masyarakat dan jalur logistik di awal tahun 2026. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved