Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bener Meriah

Aktivitas Burni Telong Naik Level Siaga, 2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi

Sebanyak 2.500 warga Kabupaten Bener Meriah terpaksa mengungsi setelah aktivitas Gunung Burni Telong meningkat ke level III atau status siaga.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
MENGUNGSI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar meninjau langsung lokasi pengungsian korban terdampak gempa bumi Burni Telong di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) , Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Rabu (31/12/2025). Aktivitas Burni Telong Naik Level Siaga, 2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas Burni Telong meningkat ke level III siaga, memicu 2.500 warga Bener Meriah mengungsi ke beberapa titik.
  • BNPB turun langsung meninjau lokasi pengungsian, menyalurkan bantuan, dan menyampaikan status gunung berdasarkan data BMKG serta PVMBG.
  • Warga panik akibat gempa yang terjadi 16 kali sejak Selasa malam, sehingga memilih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu kondisi aman.

 

PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE - Pasca status gunung Burni Telong naik ke level siaga, warga di Kabupaten Bener Meriah dievakuasi ke tempat pengungsian.

Warga sudah siap-siap mengungsi ketika aktivitas gempa semakin meningkat.

Sebanyak 2.500 warga Kabupaten Bener Meriah terpaksa mengungsi setelah aktivitas Gunung Burni Telong meningkat ke level III atau status siaga.

Kondisi ini menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama setelah terjadi rangkaian gempa yang mengguncang kawasan tersebut.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menyampaikan hal ini saat mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto, yang meninjau langsung lokasi pengungsian di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, pada Rabu (31/12/2025).

Menurut Tagore, para pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain Rongka, Simpang Balik, dan Lampahan. Mereka mulai mengungsi sejak dini hari setelah gempa terasa cukup kuat.

Baca juga: Tiga Kecamatan, 23 Kampung di Bener Meriah Ini Masuk dalam Risiko Tinggi Bencana Gunung Burni Telong

Kepanikan Warga Meluas

Tagore menjelaskan, seharusnya warga yang dievakuasi hanya berasal dari dua desa, yakni Pantan Pediangen dan Rembune.

Namun, kepanikan meluas hingga ke desa lain seperti Bandar Lampahan dan Damaran.

Warga di desa tersebut ikut mengungsi karena khawatir akan dampak aktivitas Burni Telong.

“Alhamdulillah, hari ini Kepala BNPB turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa.

Pemerintah hadir begitu cepat, dan kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah berada di tengah-tengah korban bencana,” ujar Tagore.

Dalam kunjungannya, Letjen TNI Suharyanto mendengarkan aspirasi serta keluhan masyarakat di tenda pengungsian.

Ia juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk menopang kehidupan para pengungsi.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 16 kali gempa terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved