Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

91 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi Usai 54 Hari Banjir dan Longsor

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 lalu masih menyisakan dampak besar hingga kini.

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS/Maulidi Alfata
TENDA PENGUNGSI - Tenda korban banjir di Aceh Timur masih menggunakan terpal seadanya untuk atap dan alas, sementara dinding dibiarkan terbuka karena mereka tidak mampu untuk membuat tenda yang layak, dusun Sijudo, Kecamatan Pantes Bidari Aceh Timur, Senin (15/12/2025). 91 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi Usai 54 Hari Banjir dan Longsor (SERAMBINEWS/Maulidi Alfata) 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 91.962 jiwa atau 24.426 KK masih bertahan di 988 titik pengungsian setelah 54 hari bencana.
  • Kabupaten Aceh Utara mencatat pengungsi terbanyak, disusul Gayo Lues dan Pidie Jaya.
  • Secara keseluruhan, banjir dan longsor di Aceh berdampak pada 2,58 juta jiwa, dengan 561 orang meninggal dan 30 hilang.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 lalu masih menyisakan dampak besar hingga kini.

Hingga Senin (19/1/2026), tercatat sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa warga Aceh masih bertahan di lokasi pengungsian.

Mereka telah menjalani kehidupan di pengungsian selama 54 hari, menunggu kondisi kembali pulih.

Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian yang berada di berbagai kabupaten dan kota terdampak.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

“Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menunjukkan Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.

Disusul Kabupaten Gayo Lues dengan 18.944 jiwa atau 5.571 KK di tujuh titik, serta Pidie Jaya dengan 14.794 jiwa atau 4.037 KK di 38 titik pengungsian.

Baca juga: Syifa Hadju dan El Rumi Persiapkan Pernikahan Adat Jawa dan Internasional

Baca juga: 69 Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi Pascabencana Banjir dan Longsor

Aceh Tamiang juga mencatat 6.052 jiwa atau 707 KK yang tersebar di 513 titik pengungsian.

Sementara Aceh Tengah menampung 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik, dan Bireuen sebanyak 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik.

Wilayah lain yang masih memiliki pengungsi antara lain Aceh Timur dengan 3.862 jiwa (1.056 KK) di 53 titik, Nagan Raya sebanyak 2.472 jiwa (817 KK) di enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa di 39 titik pengungsian.

Adapun Kabupaten Pidie melaporkan 137 jiwa (30 KK) di dua titik, dan Kota Lhokseumawe sebanyak 119 jiwa (37 KK).

Dari total 18 kabupaten/kota terdampak bencana, tujuh daerah dilaporkan sudah tidak lagi memiliki titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.

Secara keseluruhan, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved