Berita Bireuen
Puluhan Anak di Simpang Mamplam Bireuen Diduga Keracunan Makanan MBG
Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD, hingga SD di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 45 anak dari TK, PAUD, dan SD di Simpang Mamplam, Bireuen diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
- Para korban dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam, puskesmas lain, dan sebagian dirujuk ke IGD RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan.
- Menu MBG yang terdiri dari bakso, susu kotak, telur rebus, kurma, kerupuk tempe, pisang ayam, kue, dan kacang-kacangan diduga menjadi pemicu keracunan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
PROHABA.CO, BIREUEN – Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD, hingga SD di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (26/2/2026) malam.
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua dan masyarakat setempat, karena jumlah korban yang cukup banyak dan mayoritas masih berusia anak-anak.
Para korban awalnya dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam, sebagian lainnya ke puskesmas terdekat, dan beberapa dirujuk ke IGD RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti makanan apa yang menjadi penyebab puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan balita mengalami keracunan massal tersebut.
Namun, dugaan kuat mengarah pada menu makanan bergizi gratis (MBG), program pemerintah yang dibagikan kepada murid sekolah.
Melansir informasi diperoleh Serambinews.com dari sejumlah orang tua menyebutkan bahwa menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari berbagai jenis makanan, antara lain bakso, susu kotak, kue, kurma, telur rebus, kerupuk tempe, pisang ayam, kue serta kacang-kacangan.
Sebagian besar anak mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka puasa bersama keluarga.
Baca juga: Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG
Kesaksian Orang Tua Korban
Darmawati, warga Desa Krueng Meuseugop, menceritakan bahwa anaknya, Muhammad Alvin, yang keracunan mengatakan, sore kemarin anaknya mengambil MBG di TK Krueng Meuseugop, kemudian dibawa pulang.
Ia mulai muntah-muntah sekitar satu jam setelah menyantap bakso dari paket MBG.
Ia segera membawa anaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Kisah serupa dialami Jauhari Hasballah dan istrinya, Nur Afni, warga Meunasah Dayah.
Anak mereka, Muhammad Khairil Rizami (7), murid kelas 1 SD, juga mengalami muntah dan diare setelah mengonsumsi menu MBG.
Awalnya, sang ibu mencoba memberikan larutan gula dan garam, namun kondisi anak tidak membaik sehingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam.
Dijelaskan, menu MBG itu diambil anaknya dari sekolah, Kamis (26/2/2026) pukul 17.00 WIB.
Bireuen
Keracunan
MBG
Keracunan MBG
Makan Bergizi Gratis (MBG)
puskesmas
Simpang Mamplam
Prohaba.co
Prohaba
| Lantai Jembatan Bailey Kutablang Bireuen Patah, Jalur Banda Aceh–Medan Sempat Lumpuh |
|
|---|
| Pasca Banjir Bandang, Jembatan Kepala Hiu Jadi Andalan Warga Peusangan Bireuen |
|
|---|
| Pemkab Bireuen Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji |
|
|---|
| TNI Hibah Lahan untuk Pemkab Bireuen, Ini Pengharapan Brigjen Ali Imran |
|
|---|
| Koalisi Sipil Bireuen Gelar Aksi Ketiga, Warga Desak Pendataan Korban Banjir Lebih Akurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/jengung-korban-keracunan-di-bireuen.jpg)