Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bireuen

Puluhan Anak di Simpang Mamplam Bireuen Diduga Keracunan Makanan MBG

Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD, hingga SD di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
MENJENGUK KORBAN KERACUNAN - Bupati Bireuen H Mukhlis ST bersama Ketua DPRK, Juniadi SH, Kamis malam hingga Jumat (27/2/2026) dini hari jenguk anak-anak diduga keracunan MBG di Simpang Mamplam. Puluhan Anak di Simpang Mamplam Bireuen Diduga Keracunan Makanan MBG. (Serambinews.com/Yusmandin Idris) 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 45 anak dari TK, PAUD, dan SD di Simpang Mamplam, Bireuen diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
  • Para korban dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam, puskesmas lain, dan sebagian dirujuk ke IGD RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan.
  • Menu MBG yang terdiri dari bakso, susu kotak, telur rebus, kurma, kerupuk tempe, pisang ayam, kue, dan kacang-kacangan diduga menjadi pemicu keracunan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

 

PROHABA.CO, BIREUEN – Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD, hingga SD di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (26/2/2026) malam.

Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua dan masyarakat setempat, karena jumlah korban yang cukup banyak dan mayoritas masih berusia anak-anak.

Para korban awalnya dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam, sebagian lainnya ke puskesmas terdekat, dan beberapa dirujuk ke IGD RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti makanan apa yang menjadi penyebab puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan balita mengalami keracunan massal tersebut. 

Namun, dugaan kuat mengarah pada menu makanan bergizi gratis (MBG), program pemerintah yang dibagikan kepada murid sekolah.

Melansir informasi diperoleh Serambinews.com dari sejumlah orang tua menyebutkan bahwa menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari berbagai jenis makanan, antara lain bakso, susu kotak, kue, kurma, telur rebus, kerupuk tempe, pisang ayam, kue serta kacang-kacangan. 

Sebagian besar anak mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka puasa bersama keluarga.

Baca juga: Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG

Kesaksian Orang Tua Korban

Darmawati, warga Desa Krueng Meuseugop, menceritakan bahwa anaknya, Muhammad Alvin,  yang keracunan mengatakan, sore kemarin anaknya mengambil MBG di TK  Krueng Meuseugop, kemudian dibawa pulang.

Ia mulai muntah-muntah sekitar satu jam setelah menyantap bakso dari paket MBG

Ia segera membawa anaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Kisah serupa dialami Jauhari Hasballah dan istrinya, Nur Afni, warga Meunasah Dayah.

Anak mereka, Muhammad Khairil Rizami (7), murid kelas 1 SD, juga mengalami muntah dan diare setelah mengonsumsi menu MBG.

Awalnya, sang ibu mencoba memberikan larutan gula dan garam, namun kondisi anak tidak membaik sehingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam

Dijelaskan, menu MBG itu diambil anaknya dari sekolah, Kamis (26/2/2026) pukul 17.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved