Kamis, 30 April 2026

Berita Banda Aceh

Ketika Panggilan Darurat Berujung Kepedulian, Kisah Wardiah dan Polisi Banda Aceh

Panggilan darurat ke layanan 110 Polresta Banda Aceh pada Jumat (24/4/2026) sore sempat membuat petugas terkejut.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
BERI MAKANAN - Personel Polsek Jaya Baru Polresta Banda Aceh mengantarkan makanan dan minuman kepada seorang ibu di Lamteumen Barat yang menelpon polisi dengan mengadu KDRT ternyata sedang mengalami kelaparan, Jumat (24/4/2026). Ketika Panggilan Darurat Berujung Kepedulian, Kisah Wardiah dan Polisi Banda Aceh (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Panggilan darurat 110: Wardiah melaporkan dugaan KDRT, namun polisi menemukan kondisi berbeda di lokasi.
  • Fakta lapangan: Tidak ada KDRT yang sedang berlangsung, Wardiah ternyata dalam keadaan sangat lapar dan membutuhkan bantuan.
  • Respon polisi: Petugas menunjukkan empati dengan membelikan makanan, mendengarkan keluhan, serta memberi arahan untuk mengakses bantuan sosial melalui keuchik setempat.

 

PROHABA.CO - Panggilan darurat ke layanan 110 Polresta Banda Aceh pada Jumat (24/4/2026) sore sempat membuat petugas terkejut.

Seorang perempuan bernama Wardiah dari Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, melaporkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Laporan yang masuk sekitar pukul 15.15 WIB itu segera ditindaklanjuti dengan cepat.

Personel kepolisian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.

Namun, sesampainya di rumah Wardiah, fakta yang ditemukan justru berbeda dari dugaan awal.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Jaya Baru, Iptu Tea Gustianingsih, menjelaskan bahwa tidak ada peristiwa KDRT yang sedang berlangsung. 

“Ibu tersebut ternyata dalam kondisi sangat lapar,” ujarnya.

Wardiah kemudian mengaku bahwa peristiwa KDRT memang pernah dialaminya, tetapi sudah terjadi sekitar satu tahun lalu.

Kali ini, ia menghubungi polisi karena kebingungan mencari bantuan makanan.

Baca juga: Polres Nagan Raya Tangkap Pengedar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Mesin Cuci

Baca juga: Masyarakat Sipil Aceh Laporkan Ade Armando dan Abu Janda ke Polisi, Dugaan Pencemaran Nama Baik 

Situasi tersebut membuat petugas menunjukkan empati.

Alih-alih mempermasalahkan laporan yang tidak sesuai, polisi justru membelikan nasi bungkus dan air mineral untuk Wardiah.

Tak hanya itu, personel juga meluangkan waktu mendengarkan keluhannya.

Mereka memberikan arahan agar Wardiah berkoordinasi dengan keuchik (kepala desa) setempat untuk mendapatkan bantuan sosial berkelanjutan. 

“Tugas polisi bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Iptu Tea.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved