Rabu, 27 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Sumur Bor Semburkan Gas dan Api di Aceh Utara, Puluhan Warga Masih Mengungsi

Sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, hingga Sabtu (23/5/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO
SEMBURAN GAS DAN API - Lokasi sumur mengeluarkan gas dan api di Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/6/2026). Akibatnya, sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, hingga Sabtu (23/5/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah sebuah sumur bor di desa tersebut mengeluarkan semburan gas bercampur api yang memicu kepanikan masyarakat.(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO) 
Ringkasan Berita:
  • Sumur bor di Desa Blang Reubek, Aceh Utara, mengeluarkan semburan gas dan api hingga membuat warga panik.
  • Sebanyak 80 jiwa dari 20 rumah mengungsi karena khawatir terjadi ledakan susulan.
  • Polisi memasang garis pengaman dan masih menyelidiki penyebab munculnya semburan gas tersebut.

 

PROHABA.CO, ACEH UTARA - Sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, hingga Sabtu (23/5/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah sebuah sumur bor di desa tersebut mengeluarkan semburan gas bercampur api yang memicu kepanikan masyarakat.

Peristiwa itu berdampak terhadap sedikitnya 20 rumah dengan sekitar 80 jiwa masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Demi alasan keselamatan, warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu guna menghindari risiko ledakan susulan dari sumur yang mengeluarkan gas tersebut.

Meski demikian, sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu sore setelah kondisi di lokasi dinilai lebih terkendali.

Namun, sejumlah keluarga lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir kondisi sumur belum benar-benar aman.

Keuchik Desa Blang Reubek, Zulkarnaini, mengatakan para warga yang mengungsi saat ini tersebar di sejumlah lokasi, terutama di rumah kerabat mereka di luar desa.

“Ada yang mengungsi ke rumah familinya di Kecamatan Tanah Luas, Syamtalira Aron, dan juga ada di kawasan Lhoksukon, tetapi bukan di Desa Blang Reubek,” ujar Zulkarnaini dikutip Serambinews.com, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Zulkarnaini, sumur tersebut awalnya dibor untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal persawahan masyarakat serta sebagai sumber air bersih bagi warga desa.

Namun, saat proses pengeboran berlangsung, tiba-tiba muncul semburan gas bercampur lumpur dari dalam tanah.

Baca juga: Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal di Rumah, Warga Sunggal Deli Serdang Geger

Tak lama kemudian, semburan tersebut memicu kobaran api yang cukup besar sehingga membuat warga panik.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar rumah dan memilih mengungsi demi menghindari kemungkinan terjadinya ledakan lebih besar.

“Masih ada yang mengungsi untuk sementara waktu.

Mereka khawatir akan ada ledakan susulan dari sumur itu,” katanya.

Meski menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Namun, aparat keamanan tetap mengambil langkah antisipasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi atau police line di sekitar lokasi sumur dan melarang masyarakat mendekati area tersebut sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.

“Polisi sudah memasang police line sambil menunggu penanganan teknis dari pihak berwenang terkait sumber semburan gas tersebut,” ujar Zulkarnaini.

Selain kepolisian, pengamanan lokasi juga melibatkan unsur TNI dan pemerintah kecamatan.

Baca juga: Pengeboran Sumur di Aceh Utara Semburkan Gas dan Api Setinggi 75 Meter, Warga Panik

Petugas terus berjaga untuk memastikan masyarakat tetap berada pada jarak aman dari titik semburan gas.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab munculnya semburan gas yang disertai api dari sumur bor tersebut.

Menurutnya, kobaran api yang muncul saat kejadian bahkan sempat mencapai ketinggian lebih dari 50 meter dan terlihat dari jarak cukup jauh sehingga membuat warga sekitar panik.

“Kami mengimbau sementara waktu warga tidak mendekat ke lokasi.

Walaupun apinya sudah padam, kami belum menerima laporan dari tim teknis terkait tingkat keamanan sumur bor tersebut,” kata Bambang.

Hingga Sabtu malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu hasil pemeriksaan dari tim teknis.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sumur dan lingkungan sekitar benar-benar aman sebelum seluruh warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
 
 (Serambinews.com/Jafaruddin)

Baca juga: Sumur Dibor Sedalam 45 Meter Semburkan Gas di Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Minta Dihentikan

Baca juga: Sumur Minyak Tradisional di Alue Peuno, Warisan Kolonial yang Masih Produktif

Baca juga: Pemuda Asal Aceh Utara Ditangkap di Purbalingga, Bawa 2.011 Butir Obat Terlarang

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved