Kecelakaan Kereta Api
Ibu dan Dua Anak Tewas Tersambar Kereta Api Harina di Pekalongan
Seorang ibu dan kedua anaknya meninggal dunia usai tersambar Kereta Api (KA) di jalur rel di KM 98+300 antara Stasiun Sragi-Pekalongan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan insiden tersebut.
Akibat kejadian, KA Harina sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi sarana perkeretaapian aman.
Setelah pemeriksaan oleh awak sarana, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.23 WIB.
“KAI turut prihatin atas kejadian ini dan terus berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui sosialisasi kepada masyarakat,” kata Luqman.
Polisi dan pihak KAI mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api, terutama ketika cuaca buruk.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pengendara antara lain:
Pastikan kondisi aman sebelum melintas.
Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat hujan deras.
Dengarkan suara peringatan dan perhatikan lingkungan sekitar.
Jangan memaksakan melintas jika jarak pandang terbatas.
"KAI akan terus melakukan sosialisasi keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.
Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Baca juga: Tabrakan Kereta Api Commuter vs Truk Trailer Pengangkut Kayu di Gresik, Satu Orang Meningga
Baca juga: Kecelakaan di Depan SPBU Suak Raya, Pengendara Motor Meninggal di Tempat
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait 3 Orang Meninggal saat Kecelakaan di Jalan Tol Sibanceh
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Anggota-Polres-Pekalongan-saat-mengevakuasi-korban-tertemper-kereta-api.jpg)