Kamis, 18 Juni 2026

Mutiara Ramadhan

Momentum Hijrah di Bulan Ramadhan

Perintah tentang puasa yang menghasilkan sebuah nilai yang dahsyat, nilai yang sangat hebat, nilai yang sangat luar biasa, yaitu agar kalian bertakwa

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA/HO
Dr. K.H. Ahmad Buchory, M.A., M.E.Sy 

Oleh: Dr. K.H. Ahmad Buchory, M.A., M.E.Sy

PROHABA.CO - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Para pembaca yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika kita melihat rangkaian ayat dari perintah Allah subhanahu wa ta’ala tentang ‘shiam’ atau tentang puasa, mulai dari SurahAl-Baqarah 183, 184, dan 185, kemudian seolah-olah lompat ke 187, 188 bicara tentang shiam, tentang puasa dan apa yang terkait dengannya: Wahai orang-orang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.

Perintah tentang puasa yang menghasilkan sebuah nilai yang dahsyat, nilai yang sangat hebat, nilai yang sangat luar biasa, yaitu agar kalian bertakwa.

Namun, ketika kita baca pada ayat 186, seolah-olah ayat ini tidak ada hubungan langsung dengan puasa.

Bahkan, para orientalis mengatakan ayat ini salah tempat, karena rangkaian ayat di antara ayat sebelum dan sesudahnya bicara tentang puasa atau yang terkait dengan ibadah puasa.

Namun, ayat ini terlihat agak sedikit berbeda, seolah-olah tidak ada hubungan. 

Padahal, kalau kita kaji, kita selami maknanya, kita hayati isinya, terasa betul bahwa inilah inti dari puasa itu. Inilah poin penting dari puasa yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengajak kita, menggiring kita, membawa kita kepada posisi sebagai seorang hamba Allah yang bertakwa.

Ajibu da‘wata da‘i idza da‘an. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku.

Ketika kita puasa, kita tidak akan makan di siang hari, tidak akan minum, dan tidak melakukan hubungan suami istri, serta larangan-larangan lainnya dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Walaupun tidak ada orang yang menyaksikan, walaupun tidak ada orang yang melihat, walaupun tidak ada orang yang memantau, kita tetap yakin bahwa kita beribadah, menahan tidak makan, menahan tidak minum, menahan tidak berhubungan suami istri di siang hari pada bulan Ramadhan, karena kita merasa dilihat dan disaksikan oleh Allah.

Baca juga: Takwa kepada Allah sebagai Inti Kehidupan

Betapa dekatnya kita dengan Allah yang membuat kita merasa nyaman dan merasa nikmat.

Bahkan, itu dibalas kontan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketika kita berbuka.

Yang digambarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bagi orang puasa itu ada dua kegembiraan.

Kegembiraan yang pertama adalah ketika berbuka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved