Mutiara Ramadhan
Menjalankan Puasa Penuh Berkah
Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa.
Oleh: H. Muhammad Ikhsan Wahab (Ketua MUI Kabupaten Sikka)
PROHABA.CO - Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak-Bapak, IbuIbu pembaca sekalian. Saya mengajak kita semua, marilah bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat-Nya yang tak terhingga yang telah diberikan kepada kita sekalian, wabil khusus nikmat Ramadhan, nikmat puasa.
Di dalam puasa, Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat 183 berfirman: Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun.
Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa.
Menarik di dalam ayat ini, Allah memanggil khusus hanya untuk orang-orang yang beriman.
Panggilan untuk orang beriman berarti orang yang akan menyambut seruan Allah.
Baca juga: Lailatul Qadar: Malam Penuh Cahaya dan Ampunan
Kata iman berasal dari kata alif, mim, dan nun.
Kalau kita ikuti makna ini maka kita temukan kata amin.
Amin artinya orang yang jujur. Siapa orang jujur itu?
Orang jujur dengan keimanannya, baik dalam hatinya, dituangkan dalam lisannya, dan dibuktikan dengan perbuatannya.
Itulah orang-orang yang beriman. Dari segi makna alif, mim, dan nun ini juga ada kata amanah.
Amanah artinya dapat dipercaya.
Apabila dipercaya, dalam hal ini Allah menyebutkan.
“Kami telah berikan amanah kepada gunung-gunung, kami telah berikan amanah kepada langit, tetapi mereka semuanya menolak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/H-Muhammad-Ikhsan-Wahab-Ketua-MUI-Kabupaten-Sikka.jpg)