Kamis, 30 April 2026

Tahukah Anda

Terlalu Kaku Soal Jam Tidur Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Otak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsistensi pola tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
PEXELS/MIRIAM ALONSO
WAKTU TIDUR KAKU - Ilustrasi orang yang tidur terlalu kaku dengan waktu tidurnya. 

PROHABA.CO -  Selama ini tidur dianggap sehat jika dilakukan cukup lama dan secara konsisten.

Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa menjaga jadwal tidur yang terlalu kaku justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsistensi pola tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif, termasuk risiko Alzheimer.

Namun, disiplin tidur yang terlalu kaku justru bisa berdampak negatif.

Studi yang melibatkan 458 orang dewasa berusia 45 hingga 89 tahun ini menemukan bahwa mereka yang tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari memiliki kemampuan berpikir dan daya ingat yang lebih baik.

Para partisipan, yang sebelumnya melaporkan masalah tidur atau ingatan, diminta mengenakan alat pelacak aktivitas selama tujuh hari.

Mereka juga menjalani serangkaian tes kognitif dan pengambilan sampel darah untuk mengukur kadar BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), protein yang penting untuk kesehatan otak.

Selama ini, sains banyak mengukur tidur berdasarkan durasi, tetapi kini pola dan konsistensi tidur mulai mendapat perhatian besar.

Ternyata, pola tidur yang teratur bisa sama pentingnya dengan lamanya tidur itu sendiri.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan jadwal tidur teratur cenderung memiliki jantung lebih sehat, umur lebih panjang, serta risiko lebih rendah terkena demensia. 

Alat ini mencatat setiap gerakan dan waktu istirahat, sehingga para peneliti bisa memetakan pola tidur-bangun setiap orang dengan sangat detail.

Tak berhenti di situ, para peserta juga menjalani tes kemampuan kognitif, mulai dari fokus, mengingat, hingga menyelesaikan masalah.

Hasil tes ini memberikan gambaran jelas tentang kondisi kesehatan otak masing-masing. 

Baca juga: Apa Saja Hal yang Bisa Dilakukan Tiap Malam untuk Menjaga Kesehatan Otak?

Kesehatan otak

Sebagian peserta memberikan sampel darah yang kemudian diuji untuk melihat kadar BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor).

Protein ini berperan penting bagi kesehatan otak karena membantu sel-sel saraf tumbuh, membentuk koneksi baru, dan beradaptasi terhadap perubahan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved