Rabu, 6 Mei 2026

Tahukah Anda

Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar

Tempe sudah lama dikenal sebagai sumber protein yang murah dan mudah ditemukan. Ada banyak cara mengolah tempe dan salah satunya adalah digoreng.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Sajiansedap.grid.id
ILUSTRASI tempe goreng. Dibandingkan keripik tempe, mengonsumsi tempe goreng justru lebih sehat. 
Ringkasan Berita:
  • Tempe memiliki keragaman mikroorganisme yang memberikan manfaat kesehatan, terutama untuk memperkuat sistem imun.
  • Cara pengolahan menentukan kualitas manfaat, di mana pengolahan ekstrem bersuhu tinggi dapat merusak mikroorganisme baik.
  • Tempe mentah dan tempe kukus sama-sama bermanfaat, dengan perbedaan pembentukan antibodi yang tidak signifikan.

 

PROHABA.CO -  Tempe sudah lama dikenal sebagai sumber protein yang murah dan mudah ditemukan.

Ada banyak cara mengolah tempe dan salah satunya adalah digoreng.

Gorengan tempe bahkan termasuk salah satu jajanan yang sangat umum dikonsumsi di Indonesia.

Tempe bukan sekadar pangan berbahan dasar kedelai.

Makanan fermentasi khas Indonesia ini menyimpan keragaman hayati sekaligus nilai budaya yang diakui dunia.

Namun, kualitas manfaat tempe sangat ditentukan oleh cara pengolahannya di dapur.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof. Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa tempe memiliki kompleksitas mikrobiologi yang membentuk rasa khas sekaligus memperkuat sistem imun tubuh.

“Tempe itu malah lebih ramai, bukan cuma bakteri.

Ada kapang Rhizopus yang menyatukan kedelai, ditambah berbagai jenis bakteri yang menghasilkan aroma, rasa, dan komposisi kimia berbeda dari kedelainya,” jelas Prof. Antonius, dikutip dari laman resmi IPB University.

Baca juga: Sayur Lodeh Tempe, Pilihan Praktis dan Murah untuk Menu Makan Siang

Menurut Prof. Antonius, baik tempe mentah maupun tempe yang dimasak tetap memiliki manfaat utama makanan fermentasi, yaitu membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan adalah proses pengolahan agar struktur mikroorganisme di dalamnya tidak rusak.

Perbandingan kualitas Terkait cara terbaik mengonsumsinya, Prof Antonius menjelaskan, makanan fermentasi tetap baik dimakan mentah ataupun dimasak.

Namun, penting untuk memperhatikan proses pengolahan agar tidak merusak struktur mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.

Prof Antonius Suwanto dan timnya pernah membandingkan tempe mentah dan tempe kukus terhadap pembentukan antibodi.

Hasilnya, perbedaan keduanya tidak terlalu signifikan.

“Hasilnya, tempe yang dikukus memang sedikit lebih rendah dalam pembentukan antibodi dibanding tempe mentah, tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Keduanya masih jauh lebih baik dibandingkan kedelai yang belum difermentasi,” paparnya.

Baca juga: Dubes Kanada Kunjungi Rumah Tempe Nusa di Alue Naga, Dukung Pangan Lokal Aceh

Meski demikian, pengolahan ekstrem yang melibatkan suhu tinggi dan waktu lama harus dihindari. 

Prof Antonius memperingatkan bahwa proses pengolahan yang terlalu keras dapat merusak struktur mikroorganisme.

“Kalau dibuat keripik, mungkin bakterinya sudah berantakan, jadi kualitasnya lebih rendah dibanding tempe goreng atau tempe bacem,” tambahnya.

Lebih awet Secara umum, fermentasi adalah proses alami di mana mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi alkohol, asam organik, dan gas.

Dalam konteks pangan, proses ini tidak hanya membuat makanan lebih awet, tetapi juga mengubah rasa, aroma, dan tekstur sehingga menciptakan cita rasa unik.

Dengan segala manfaatnya, Prof Antonius Suwanto mengajak masyarakat untuk menjadikan makanan fermentasi sebagai bagian penting dari pola makan modern yang sehat. 

“Yuk, jadikan makanan fermentasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat kita,” ajak Prof Antonius.

Baca juga: Cara Membuat Tempe Sambal Kemangi, Resep Hemat untuk Akhir Bulan

Baca juga: Benarkah Tempe Bisa Menurunkan Kolesterol? Berikut Penjelasannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved