Kamis, 30 April 2026

Studi Ungkap Letusan Gunung Berapi Picu Keasaman Laut Zaman Kapur

Sekitar 120 juta tahun yang lalu, letusan gunung berapi yang dahsyat memicu pengasaman laut. Pada era Cretaceous atau Zaman Kapur itu ..

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI Letusan gunung berapi. 

PROHABA, Sekitar 120 juta tahun yang lalu, letusan gunung berapi yang dahsyat memicu pengasaman laut.

Pada era Cretaceous atau Zaman Kapur itu, Bumi mengalami gangguan lingkungan yang ekstrim.

Hal ini berdasarkan studi baru yang dilakukan para ilmuwan di Northwestern Earth dan telah diterbitkan dalam jurnal Geology.

Dikutip dari Science Daily, Senin (18/1/2021), letusan gunung berapi besar Ontong Java Plateau telah menyebabkan peristiwa anoksik samudra pada 127 hingga 100 juta tahun yang lalu.

Fenomena itu dikenal sebagai peristiwa anoksik samudra (OAE), yakni kekurangan air dan oksigen yang menyebabkan kepunahan massal kecil, tetapi signifi kan, yang memengaruhi seluruh dunia.

Untuk memperkuat hipotesa tentang peristiwa tersebut, para ilmuwan mengukur kelimpahan kalsium dan isotop strontium dalam fosil nannoplankton.

Berdasarkan analisis itu, ilmuwan me nyimpulkan bahwa letusan besar gunung berapi large igneous province (LIP) di wilayah Ontong Java Plateau secara langsung memicu oceanic anoxic event (OAE) atau peristiwa anoksik samudera.

Pengasaman samudera itu kira-kira seukuran Alaska.

Baca juga: NASA Temukan Miliaran Galaksi Tersembunyi di Alam Semesta

Gunung Berapi Ontong Java LIP meletus selama tujuh juta tahun, menjadikannya salah satu peristiwa LIP terbesar yang pernah diketahui.

Selama periode ini, gunung berapi tersebut telah memuntahkan berton-ton karbon dioksida (CO2) ke atmosfer dan mendorong Bumi memasuki periode rumah kaca yang mengasamkan air laut dan mematikan lautan.

“Kami kembali ke masa lalu untuk mempelajari periode rumah kaca karena Bumi sedang menuju periode yang sama di masa sekarang,” kata Jiuyuan Wang, Ph.D, mahasiswa dan penulis pertama studi.

“Satu-satunya cara untuk melihat ke masa depan adalah dengan memahami masa lalu,” imbuh dia.

Studi ini telah dipublikasikan secara online pada 16 Desember 2020 lalu, di Jurnal Geology dan merupakan studi pertama yang menerapkan pengukuran isotop strontium stabil untuk mempelajari peristiwa anoksik laut kuno.

Dalam menguatkan hipotesis tentang peristiwa pengasaman yang terjadi di Zaman Kapur atau periode Cretaceous, ilmuwan menemukan petunjuk itu dari cangkang fosil nannoplankton.

Cangkang nannoplankton dan banyak organisme laut lainnya membangun cangkangnya dari kalsium karbonat, yang merupakan mineral yang sama yang ditemukan di kapur, batu kapur dan beberapa tablet antasida.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved