Studi Ungkap Letusan Gunung Berapi Picu Keasaman Laut Zaman Kapur
Sekitar 120 juta tahun yang lalu, letusan gunung berapi yang dahsyat memicu pengasaman laut. Pada era Cretaceous atau Zaman Kapur itu ..
Ketika karbon dioksida di atmosfer larut dalam air laut, zat ini akan membentuk asam lemah yang dapat menghambat pembentukan kalsium karbonat.
Bahkan dapat melarutkan karbonat yang sudah ada sebelumnya.
Baca juga: NASA Bangun Teleskop Super Mahal untuk Singkap Misteri Big Bang
Untuk mempelajari iklim bumi selama periode awal Cretaceous, ilmuwan Northwestern memeriksa inti sedimen sepanjang 1.600 meter yang diambil dari tengah Pegunungan Pasifik.
Karbonat inti terbentuk di perairan dangkal, lingkungan tropis sekitar 127 hingga 100 juta tahun yang lalu, dan saat ini ditemukan di laut dalam.
“Jika Anda mempertimbangkan siklus karbon bumi, karbonat adalah salah satu cadangan karbon terbesar,” kata Bradley Sageman, profesor ilmu bumi dan planet di Northwestern’s Weinberg College of Arts and Sciences.
Sageman mengatakan, saat laut mengasam, peristiwa itu pada dasarnya mencairkan karbonat.
Proses ini berdampak pada proses biomineralisasi organisme yang menggunakan karbonat untuk membangun cangkang dan kerangka mereka sekarang.
“Ini adalah konsekuensi dari peningkatan yang diamati dalam CO2 atmosfer karena kegiatan manusia (di masa ini),” urainya.
Beberapa penelitian sebelumnya telah menganalisis komposisi isotop kalsium karbonat laut dari geologi masa lalu.
Namun, data dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara, dan kalsium karbonat dapat berubah sepanjang waktu, mengaburkan sinyal yang diperoleh selama pembentukannya.
Baca juga: Lukisan Goa Berusia 45.500 Tahun Ditemukan di Sulawesi
Dalam studi ini, peneliti Northwestern juga menganalisis isotop stabil strontium, yakni elemen jejak yang ditemukan dalam fosil karbonat, untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Dengan memahami bagaimana lautan menanggapi pemanasan ekstrem dan peningkatan karbon dioksida di atmosfer, para peneliti dapat lebih memahami bagaimana bumi merespons perubahan iklim yang disebabkan manusia saat ini.
Manusia saat ini mendorong bumi ke iklim baru, yang mengasamkan lautan dan kemungkinan besar menyebabkan kepunahan massal lainnya.
“Perbedaan antara periode rumah kaca di masa lalu dan pemanasan yang disebabkan manusia saat ini ada dalam skala waktu,” kata Sageman.
“Peristiwa masa lalu telah terjadi selama puluhan ribu hingga jutaan tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-letusan-gunung-berapi.jpg)