Breaking News:

Fotopobia Kini Jadi Salah Satu Gejala Terpapar Covid-19

Upaya vaksinasi virus corona sedang digenjot. Di sisi lain, varian baru virus corona asal Inggris ikut menjadi ancaman..

Editor: Muliadi Gani
FOTO SHUTTERSTOCK/Kleber Cordeiro
FOTOPOBIA - Ilustrasi Fotopobia. Fotopobia yang juga dikenal sebagai sensitivitas cahaya adalah intoleransi terhadap cahaya. Ini menjadi salah satu gejala Covid-19 di mata. 

"Meski sangat menyakitkan, tapi tetes mata pelumas yang bisa dibeli bebas akan sangat membantu mengurangi rasa sakit," ujar Mearza menyarankan.

Seperti yang dijelaskannya, banyak orang juga menemukan pengobatan alami seperti biji rami atau minyak Omega-3 dapat membantu pengobatan.

"Mata gatal juga umum di antara pasien Covid-19. Namun jika mata Anda sangat merah, itu bisa menjadi tanda konjungtivitis virus, meski jarang hal ini dikaitkan dengan Covid-19," urai dia.

Dr Mearza menambahkan, sebagian besar gejala mata akan hilang saat virus meninggalkan tubuh.

"Namun jika Anda biasanya memakai lensa kontak, sebaiknya pakai kacamata dulu sampai gejala Covid-19 benar-benar hilang," sarannya.

Menurut NHS, jika suhu tubuh Anda tinggi, hal yang bisa dilakukan adalah banyak istirahat dan minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Penyebab Burung tidak Kesetrum Saat Bertengger di Kabel Listrik

Minumlah air yang cukup sehingga kencing Anda berwarna kuning muda dan bening.

Parasetamol atau ibuprofen juga bisa menjadi pilihan jika Anda merasa tidak nyaman.

Ada beberapa laporan berita tentang obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi, seperti ibuprofen yang membuat virus corona semakin parah.

Namun, Komisi Obat-obatan Manusia telah mengonfirmasi, tidak ada bukti jelas bahwa menggunakan ibuprofen untuk mengobati suhu tinggi dapat memperburuk virus corona.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved