Kriminal
Menolak Dinikahi, Gadis Sabang Diteror sang Pacar, Pelaku Diringkus Polisi
Seorang pria berinisial AS harus berurusan dengan aparat Kepolisian Resor (Polres) Kota Sabang. Pasalnya, pria yang terlalu mencintai pacarnya ..
Akan tetapi pada saat itu tak ada orang yang berada di luar jendela kamar NS.
Selang beberapa menit kemudian saksi RK ke luar rumah dan melihat tersangka AS melintas di depan rumah milik orang tua korban NS naik sepeda motor (sepmor).
Baca juga: Ibu Ajak Anak Buat Video Syur, Lalu Disebarkan ke Para Janda
Selanjutnya, pada hari itu sekira pukul 02.01 WIB teman dekat korban NS bernama MM mengirimkan screenshot percakapan melalui pesan WA kepada NS yang dikirimkan oleh tersangka AS dengan nomor handphone 08216449xxxx ke nomor handphone +60112362xxxx milik saksi MM.
Screenshot percakapan melalui pesan WA itu berisi kata-kata, “Kapeugah bak si Cidah kayu preh lon di rumoh inoe, ate kujok jantong dilake.
Sabe dimta kesalahan lon jih.
Hana peu dilake kubi asai bek dipeugah lon salah, dan kah Nana peu kaharap kameuteme meukawen ngon jih.
Daripada dimekawen ngen ureng laen get mate bak jaroe ke jih (Tolong bilang pada si Cidah kamu suruh tunggu aku di rumahnya sekarang.
Kukasih hati, jantung dia minta.
Dia selalu mencari-cari kesalahanku, tidak perlu diminta, kukasih asal jangan dibilang aku yang salah dan kamu jangan pernah berharap bisa dapat menikahi dia.
Daripada dia menikah dengan orang lain, lebih baik dia mati di tanganku.”
Berdasarkan isi sms tersebut korban NS semakin yakin bahwa orang yang hendak masuk ke dalam kamar tidurnya malam itu melalui jendela adalah tersangka AS.
Kemudian, pada Selasa, 22 Desember 2020 sekira pukul 08.00 WIB WIB bertempat di Jalan Jurong, Paya Keunekai, Gampong Paya, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, korban NS yang baru selesai membeli kue di warung milik saksi NI dan hendak pulang ke rumah orang tuanya dihadang oleh tersangka AS menggunakan sepmornya.
Baca juga: Dibekap Pakai Bantal, Gadis 11 Tahun Diduga Dicabuli Duda
Saat itutersangka AS menghampiri korban NS dan berusaha menghalangi NS untuk pulang ke rumah sembari berkata,”Hana peu kameukreuh ka, kupoh ka uroe nyoe (Jangan berkeras kamu, kupukul kamu hari ini).“
Pada saat itu tersangka AS langsung mendorong bagian dada korban NS, kemudian korban NS melihat saksi NI datang menghampiri korban NS dan tersangka AS sembari berkata kepada NS, “Pulang Cidah, jangan berantem di jalan.”
Kemudian NS berkata kepada saksi NI bahwa korban NS tidak bisa pulang karena dihalangi oleh tersangka AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/tersangka-peneror-pacar-di-sabang.jpg)