Kelahiran Anak Kembar Mengapa Terus Meningkat?
Studi yang dipublikasikan di jurnal kedokteran, Human Reproduction mengungkapkan bahwa angka kelahiran anak kembar di seluruh dunia belakangan ini ...
PROHABA.CO - Studi yang dipublikasikan di jurnal kedokteran, Human Reproduction mengungkapkan bahwa angka kelahiran anak kembar di seluruh dunia belakangan ini terus meningkat setiap tahunnya.
Dikutip dari Medical Xpress, Senin (15/3/2021), tingkat kelahiran bayi kembar sejak 1980-an telah meningkat sepertiga dari 9 menjadi 12 per 1.000 kelahiran.
Artinya, ada sekitar 1,6 juta anak kembar lahir setiap tahun di seluruh dunia dan satu dari setiap 42 bayi lahir adalah kembar.
Lantas, apa sebab kelahiran bayi kembar meningkat? Studi ini menemukan penyebab utama peningkatan kelahiran anak kembar adalah pertumbuhan dalam reproduksi yang dibantu secara medis atau medically assited reproduction (MAR).
Tidak hanya mencakup teknik in vitro fertilisation (IVF), tetapi juga metode sederhana, seperti stimulasi ovarium dan inseminasi buatan.
Penyebab lainnya dari peningkatan tersebut adalah keterlambatan dalam melahirkan yang diamati di banyak negara selama beberapa dekade terakhir, karena tingkat kelahiran kembar meningkat seiring dengan usia ibu.
Kendati demikian, para peneliti berpikir bahwa kemungkinkan angka kelahiran anak kembar telah mencapai puncak, terutama di negara berpenghasilan tinggi seperti Eropa dan Amerika Utara yang mana kehamilan tunggal di negara tersebut semakin ditekankan.
Namun, apakah hal ini juga terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah, seperti Afrika, ternyata peneliti tidak dapat memastikannya.
Baca juga: Sedang Ikut Ujian, Siswi Bireuen Melahirkan di Sekolah
Sebab, kehamilan dengan anak kembar memiliki implikasi penting bagi kesehatan ibu dan bayi, juga sumber daya perawatan kesehatan.
Profesor Christiaan Monden, dari University of Oxford, Inggris, penulis utama studi ini mengatakan, jumlah relatif dan absolut dari kelahiran kembar di dunia lebih tinggi daripada yang pernah ada sejak pertengahan abad ke-20.
“Kemungkinan besar ini bisa terjadi dan menjadi yang tertinggi sepanjang zaman.
Ini penting, karena persalinan bayi kembar dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi di antara bayi dan anak-anak, lebih banyak komplikasi untuk ibu dan anak selama kehamilan, hingga selama dan setelah melahirkan,” jelas Profesor Monden.
Profesor Monden dan tim peneliti dari French Museum of Natural History di Prancis dan Radboud University Belanda mengumpulkan informasi tentang tingkat kelahiran bayi kembar selama periode 2010-2015 dari 165 negara yang mencakup 99 persen dari populasi dunia.
Untuk 112 negara, mereka juga dapat memperoleh data kelahiran anak kembar pada periode tahun 1980-1985.
Terbanyak di Afrika Para peneliti menemukan adanya peningkatan yang substansial dalam tingkat kelahiran kembar di banyak negara Eropa, Amerika Utara, dan Asia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-kembar.jpg)