Garam Himalaya, Apa Manfaatnya?
Himalayan salt atau garam Himalaya adalah sejenis garam batu berwarna pink dari wilayah Punjab di Pakistan, dekat kaki bukit Himalaya...
Fakta garam Himalaya Ada beberapa klaim tentang manfaat kesehatan yang terkait dengan konsumsi garam Himalaya, berikut di antaranya:
Baca juga: Mengapa Belakangan Ini Cuaca Tidak Menentu?
1. Kaya kandungan mineral Beberapa sumber mengatakan, garam Himalaya merah muda mengandung hingga 84 mineral yang berbeda.
Tapi, karena mengandung hingga 98 persen natrium klorida, ini berarti hanya sekitar 2 persen yang terdiri atas berbagai mineral kecil ini.
Mengingat jumlah yang relatif terbatas di mana orang biasanya mengonsumsi garam, dan sangat sedikit kandungan mineral tersebut dalam garam, maka garam Himalaya tak mungkin memberikan manfaat kesehatan yang terukur atau signifi kan.
2. Rendah natrium Sebagian orang percaya bahwa garam Himalaya merah muda lebih rendah natrium daripada garam meja biasa.
Faktanya, kedua jenis garam tersebut sama-sama mengandung sekitar 98 persen natrium klorida.
Namun, karena garam merah muda sering memiliki kristal yang lebih besar daripada garam meja, maka secara teknis garam ini mengandung lebih sedikit natrium per sendok teh.
Selain itu, garam Himalaya memiliki rasa yang lebih asin daripada garam meja. Artinya, seseorang dapat menggunakan lebih sedikit garam dalam penyajian untuk mencapai rasa yang sama.
Namun kini, banyak garam Himalaya juga tersedia dalam ukuran butiran yang lebih kecil, menyerupai garam biasa.
Baca juga: Kelor, si Kecil Tanaman Super
Sehingga, Anda harus mempertimbangkan ini saat menggunakannya, untuk mencegah asupan natrium berlebih.
The American Heart Association (AHA) menyarankan, sebaiknya lebih dari 75 persen asupan natrium berasal dari garam yang sudah ada dalam makanan olahan, sehingga Anda tak perlu lagi menambahkan garam dalam masakan.
3. Lebih alami Garam Himalaya diklaim lebih alami daripada garam meja.
Klaim ini tampaknya ada benarnya.
Garam meja biasanya dihaluskan dan dicampur dengan bahan antigumpal untuk mencegah penggumpalan, seperti natrium aluminosilikat atau magnesium karbonat, Sedangkan, garam Himalaya tidak terlalu artifi sial dan biasanya tidak mengandung zat aditif.
4. Sehatkan pernapasan Banyak yang percaya bahwa terapi garam yang melibatkan penghirupan udara yang diinfuskan dengan garam, termasuk garam Himalaya, bermanfaat untuk membantu perawatan kondisi pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik.
Meskipun lebih banyak penelitian tentang hal ini diperlukan, para ilmuwan telah menemukan peningkatan yang signifi kan secara statistik, dalam kuesioner yang diberikan kepada responden dengan COPD yang menggunakan inhaler garam kering. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/garam-himalaya-kristal.jpg)