Senin, 1 Juni 2026

Matahari Berotasi atau Tidak?

Matahari adalah pusat tata surya dan termasuk ke dalam kategori bintang terbesar di alam semesta ini. Matahari memiliki energi yang lebih besar...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: NASA
MATAHARI mengirimkan aliran partikel dan energi konstan yang menggerakkan sistem cuaca luar angkasa yang kompleks di dekat bumi. 

Lebih lanjut NASA mengungkapkan bahwa bagian dalam matahari juga berputar lebih cepat daripada lapisan luarnya.

Baca juga: Robot NASA Mulai Jelajahi Permukaan Planet Mars

Pusat Tenaga Surya Universitas Stanford, Inggris, mengatakan pada tahun 1612 Galileo Galilei melihat sesuatu yang aneh, yaitu bintik matahari bergerak melintasi cakram matahari dari waktu ke waktu dan ini mengonfirmasi terjadinya rotasi pada matahari.

Bahkan saat ini, para peneliti dapat memantau pergerakan dan laju rotasi matahari dengan mengamati aktivitas bintik matahari.

Bintik matahari terjadi ketika plasma matahari berinteraksi dengan medan magnetnya dan dapat menyebabkan semburan matahari dan jenis badai matahari lainnya.

Uniknya, bintik matahari ini adalah area dingin di permukaan matahari, meskipun “dingin” adalah istilah relatif.

Bintik matahari rata-rata sekitar 5.000 hingga 7.500 derajat Fahrenheit (2.760 hingga 4.150 derajat Celcius).

Hal ini berbeda dengan daerah sekitar matahari, yang rata-rata memiliki suhu sekitar 9.900 derajat F (5.480 C).

Sangat panas, bukan? (kompas. com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved