Kamis, 30 April 2026

2.500 Orang di India Tertipu Vaksin Covid Berisi Garam

Setidaknya 2.500 orang di India menjadi korban vaksin palsu di tengah upaya negara tersebut meningkatkan vaksinasi Covid-19, menyusul gelombang ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: GETTY IMAGES VIA BBC
SEKITAR 2.500 warga di India menjadi korban vaksin Covid-19 palsu, yang ternyata hanya berisi larutan garam. 

Jumlah total kasus Covid-19 di India sudah menembus 29 juta, yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mencatat lebih dari 33 juta kasus.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Muncul Vaksin Ilegal

Angka kematian tercatat lebih dari 300.000 orang, yang tertinggi ketiga, setelah AS dan Brasil.

Pemerintah memasang target untuk menyuntik seluruh warganya pada akhir 2021, tetapi program ini terkendala dengan kelangkaan pasokan vaksin dan keengganan warga untuk menerima suntikan.

Saat ini, tersedia dua vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, yaitu Covishield dan Covaxin.

Vaksin Sputnik V buatan Rusia juga sudah mengantongi izin dan dipakai dalam jumlah terbatas.

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan beberapa kandidat lain yang tengah diuji untuk memastikan keselamatan dan efi kasi.

Di antaranya adalah ZyCov-Di yang dikembangkan Zydus-Cadila.

Sementara itu, Biological E akan memproduksi vaksin yang dikembangkan perusahaan AS, Johnson & Johnson.

Perusahaan Bharat BioTech saat ini mengembangkan vaksin yang diteteskan melalui hidung. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved