Senin, 20 April 2026

Kapan Pertama Kali Bintang Bersinar di Alam Semesta?

Para astronom akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan kapan pertama kalinya bintang mulai bersinar. Mereka mengatakan, fenomena yang juga ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: RALF KAEHLER VIA BBC INDONESIA
ILUSTRASI penampakan bintang pertama yang terbentuk di alam semesta. Bintang generasi awal ukurannya sangat besar dan berumur pendek. 

Salah satu kelebihan menjadi ilmuwan astrofisika adalah kemampuan melakukan ‘perjalanan lintas waktu’ dan menyaksikan masa lalu,” jelas Laporte.

Baca juga: Fenomena Langka, Astronom Temukan Tiga Galaksi Bergabung

Alam semesta terbentuk 13,8 miliar tahun yang lalu melalui Ledakan Dahsyat atau Big Bang.

Setelah itu, alam semesta kita mengalami kegelapan.

Menurut kajian baru, 250 juta hingga 350 juta tahun setelah Big Bang, bintang-bintang pertama muncul, sekaligus mendatangkan cahaya.

Hal yang dianggap penting dari kajian ini adalah analisis yang dilakukan para ahli mengindikasikan cahaya dari galaksi- galaksi generasi awal ini cukup kuat untuk ditangkap oleh teleskop ruang angkasa James Webb.

Jika demikian halnya, para astronom mungkin masih bisa menyaksikan momen penting evolusi alam semesta secara langsung.

Kemungkinan ini disambut gembira oleh astronom di Skotlandia, Profesor Catherine Heymans.

“Saya kira ini sungguh fantastis.

Bayangkan, manusia--peradaban kecil yang menghuni Planet Bumi-bisa membuat teleskop ruang angkasa dan memanfaatkan teleskop ini untuk mengintip apa yang terjadi beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang,” ujar Heymans.

Baca juga: Astronom Temukan Planet Neraka Bersuhu 2.7000 Celsius

Para peneliti menganalisis cahaya bintang di galaksi dengan menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble dan Spitzer.

Mereka memperkirakan umur galaksi dengan menganalisis proporsi atom hidrogen di atmosfer bintang-bintang.

Semakin tua usia bintang, semakin banyak proporsi atom hidrogennya.

Tim ilmuwan kemudian menghitung seberapa jauh letak galaksi-galaksi ini.

Karena cahaya dari galaksi-galaksi ini memerlukan waktu sebelum mencapai kita, makin jauh letaknya, makin ke belakang pula dari sisi waktu keberadaan benda-benda langit ini.

Enam galaksi yang diteliti adalah objek terjauh yang bisa ditangkap oleh teleskop dan karenanya termasuk yang paling tua yang bisa dideteksi oleh alat buatan manusia.

Para ahli juga memanfaatkan teleskop kembar Keck di Hawaii.

Dengan berdasar pada analisis umur galaksi dan kapan mereka mulai terbentuk, tim kemudian menghitung kapan bintang pertama lahir di alam semesta. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved