Breaking News:

Internasional

Kekerasan Pecah Setelah Palestina Berdemonstrasi Menentang Presiden Mahmoud Abbas

Amerika Serikat dan Kepala HAM PBB, Senin (12/7/2021) merasa prihatin atas demonstrasi di Palestina. Setelah kekerasan pecah pada saat demonstrasi.

Editor: IKL
AFP
Demonstran Palestina berkumpul selama demonstrasi menentang pos pemukim liar Israel di Eviatar, dekat kota Nablus, Tepi Barat pada Selasa (6/7/2021) 

PROHABA.CO, RAMALLAH - Amerika Serikat (AS) dan Kepala HAM PBB, Senin (12/7/2021) merasa prihatin atas demonstrasi di Palestina.

Ratusan warga Palestina berkumpul di kota Ramallah di Tepi Barat pada Sabtu (10/7/2021) untuk berdemonstrasi menentang Presiden Mahmoud Abbas.

Mereka berharap menyuntikkan momentum baru ke dalam gerakan protes yang dipicu oleh kematian seorang kritikus vokal dalam tahanan pasukan keamanan.

Pasukan keamanan Palestina dan kelompok pria berpakaian preman membubarkan protes serupa seminggu yang lalu.

Hal itu langsung menarik ekspresi keprihatinan dari Amerika Serikat dan Kepala HAM PBB.

Dilansir AP, Senin (12/7/2021), tidak ada laporan segera tentang kekerasan yang pecah di Palestina pada Sabtu (10/7/2021).

Otoritas Palestina didirikan sebagai bagian dari proses perdamaian pada 1990-an dan mengatur bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki Israel.

Tetapi, telah tumbuh semakin otokratis dan tidak populer, dan Abbas membatalkan pemilihan pertama dalam 15 tahun pada April 2021.

Sepertinya partai Fatahnya yang retak akan kalah telak.

Dia sebagian besar absen selama perang Gaza pada Mei 2021 di tengah curahan dukungan untuk saingannya, penguasa militan Hamas di wilayah itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved