Ahli Prediksi Kehidupan Baru Muncul Setelah Matahari Mati
Bumi butuh paparan sinar Matahari untuk menghidupkan setiap jenis makhluk hidup. Setiap detik, menit dan jam partikel cahaya yang dipancarkan ...
PROHABA.CO - Bumi butuh paparan sinar Matahari untuk menghidupkan setiap jenis makhluk hidup.
Setiap detik, menit dan jam partikel cahaya yang dipancarkan Matahari sangat berarti bagi kehidupan di Bumi.
Semburan panas yang disebut angin Matahari menabrak Bumi dengan kecepatan sekitar 1,6 juta kilometer per jam.
Partikel panas ini menembus atmosfer dan sampai ke permukaan Bumi.
Namun sejumlah ahli memprediksi Matahari suatu saat akan mati.
Saat ini ahli menyebut usia Matahari 4,6 miliar tahun.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, sebuah tim astronom menghitung bagaimana intensitas Matahari akan berevolusi selama 5 miliar tahun ke depan dan kehabisan energi hidrogen.
Ahli menyebut saat ini Matahari masih dalam siklus stabil.
"Kita tahu bahwa angin matahari di masa lalu mengikis atmosfer Mars, yang, tidak seperti Bumi, tidak memiliki magnetosfer skala besar," kata tim penulis studi Aline Vidotto, astrofisikawan di Trinity College Dublin, Irlandia, dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Sinar Matahari Bisa Merusak Virus Corona Lebih Cepat
"Apa yang tidak kami duga adalah bahwa angin Matahari di masa depan dapat merusak bahkan planet-planet yang dilindungi oleh medan magnet," sambungnya.
Apa yang terjadi bila Matahari mati?
Matahari pada akhirnya akan kehabisan hidrogen
. Para astronom memprediksi bila hidrogen habis maka Matahari akan menjadi nebula atau letupan gas dan debu cahaya yang mengisi ruang angkasa.
Nebula merupakan sisa-sisa bintang yang telah mati.
Tanpa hidrogen, inti Matahari akan mulai "berkontraksi", sementara gaya gravitasi mulai mengambil alih inti Matahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-bumi-butuh-paparan-sinar-matahari-untuk-menghidupkan-setiap-jenis-makhluk-hidup.jpg)